Australia Trip - Jalan-jalan sore

Gab ada undangan makan malam dan suaminya ada jadwal melatih. Karena mereka tidak rela saya bengong sendiri dirumah, maka saya "dititipkan" ke Jane, salah seorang guru St Joseph.

Jane tinggal bersama dua anak laki-lakinya. Tapi karena hari itu jadwal mereka mengunjungi si ayah, jadi kami hanya berdua saja. Pulang dari sekolah, kami pergi ke supermarket lokal untuk membeli bahan gado-gado untuk makan malam. Sambil menikmati teh sore, Sara, seorang gadis kecil tetangga Jane, datang berkunjung. Anak yang kesepian karena kedua orangtuanya yang sibuk bekerja dan kakaknya yang remaja sibuk dengan urusan sendiri. Kami ngobrol bertiga. Sara bercerita kegiatannya di sekolah. Karena sekolahnya tidak jauh, Jane mengajak saya untuk jalan-jalan keliling sekolah Sara yang dicanangkan sebagai sustainable school. Dan Sara jadi pemandu bagi kami.
Sebuah papan kecil di jalan masuk mengisyaratkan bahwa sekolah ini berdedikasi menjadi sekolah berkelanjutan dengan target tanpa sampah. Beberapa bangunan sekolah berada dalam satu kompleks yang dikelilingi hamparan rumput hijau tempat anak-anak bermain rugby, sepak bola atau sekedar buat lari-lari.
Ada banyak barang bekas yang dimanfaatkan sebagai elemen yang mempercantik taman-taman sekolah.
Sara mengajak saya melihat kelas 4 yang jendela-jendelanya penuh dengan kertas berwarna berbentuk pohon dan orang utan. Digambarkan seekor urang utan mengucapkan terima kasih kepada Balnarring Primary School yang sudah berkontribusi memperbaiki habitatnya dengan cara menanam 148 pohon di hutan Kalimantan. Berapa banyak sekolah di Indonesia yang peduli dengan hal semacam ini?
Sara mengajak kami ke belakang sekolah. Ada jalan kayu diantara rimbunan pohon menuju lahan basah. 
Hey...ada bangku kayu dan papan yang tegak berdiri dengan lubang ditengahnya. Bagaimana kita bisa lihat pemandangan dengan leluasa? Tunggu dulu. Duduklah seperti mereka dan keraguanpun akan terhapus. Gunakan panca indera dan temukan hasilnya. Pemandangan lahan basah dibalik papan, suara lantang burung, kodok dan entah apa lagi yang tidak merasa terganggu dengan kehadiran manusia serta harum rerumputan menemani kami sore itu.
Jalan-jalan sore yang memberi banyak inspirasi. Menikmati alam ternyata ada seninya :-)




Comments

alaya said…
keren ya kalo bisa zero waste. di rumah sedikit2 udah mulai tapi masih jauh kalau mau ke zero...

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?