Posts

Showing posts from April, 2009

UAN

Seorang anak tetangga sedang mengikuti UAN tingkat SMP

Saya: "Kiko, gimana ujiannya Kakak Maya?"
Kiko: "Baik tante, besok hari terakhir"
Saya: Apa kata Kakak Maya...ujiannya susah nggak?
Kiko: "Nggak tuh, khan dia dapat bocoran. Dapat semua kunci jawaban. Jawabannya bener semua lho tante."
Saya: "Ha?! Emang dia dapet darimana?"
Kiko: "Temennya. Semua temen2nya tau kok. Ada yang dapet lembar jawaban. Ada yang dapet sms."
Saya: "Gurunya tau nggak kira2"
Kiko: "Nggak tuh"

Dan sayapun hanya bisa mengelus dada sambil bertanya...Mau dibawa kemanakah UAN?

Cendol

Image
Saya penggemar minuman manis yang satu ini. Sejak kecil malah. Saya ingat ketika libur sekolah mengunjungi si Mbah di Kebumen, saya dan sepupu2 saya punya ritual menunggu penjual es dawet, nama yang lebih dikenal di tanah Jawa.

Karena bapak dan saya adalah penggemar cendol, ibupun belajar membuat cendol. Saya senang saat menyaring dan melihat buliran2 berwarna hijau jatuh dibaskom berisi air. Tapi karena kesibukan ibu, sepertinya kami lebih sering membeli deh...hehehe

Kalo di Bandung, siapa sih yang nggak kenal cendol Elizabeth, yang jadi langganan saya selama lebih kurang setahun ketika tinggal di Bandung. Dan ketika tinggal di Selandia Baru, saya juga sering beli walaupun tidak dikategorikan sebagai langganan. Cendolnya ini versi Vietnam dan yang jelas jauhlah ama cendol Indonesia. Tapi ya daripada nggak ada, untuk mengobati kangen dengan cendol, dibeli juga sih...hehehe.

Kalau di Lombok, saya punya dong langganan. Ini khas Sasak karena selain cendol, ketan hitam dan potongan ubi kayu…

Caleg

Banyak caleg habis2an untuk membiayai kampanyenya. Caleg A menjual tanah warisannya, caleg B harus merelakan mobilnya ditarik dealer karena tidak sanggup membiayai cicilan, caleg C menggadaikan perhiasaanya, caleg D menjual rumahnya jauh dibawah harga pasar dan seterusnya...begitulah artikel yang berjudul Ongkosi Kampanye, Caleg Gadaikan Hartanya dihalaman depan Media Indonesia hari Minggu kemarin.

Saya jadi teringat kepada seorang teman yang juga jadi caleg. Sudah lama kami tidak bertemu. Ketika bertemu dengan teman lain yang dekat dengan teman saya yang caleg ini, saya tanyakan kabarnya. Dia nyesel, katanya. Ketika 25 juta melayang untuk membiayai kampanyenya, dia belum begitu menyesal. Tapi ketika angka itu merangkak naik hingga angka 50 juta, yang ada kata2 penyesalan yang keluar dari mulutnya. Ingin mundur katanya lebih jauh. Dan teman sayapun berseloroh, yaaah...nanggung amat...hahaha.

Yang jelas, saya sempat dibuat kesal oleh para caleg. Ketika dalam perjalanan menuju Ngawi bebe…