Posts

Antara alpukat, pempek, wortel, nirsampah dan origami

Image
Pagi ini saya sarapan dengan alpukat mentega dan sedikit serutan gula merah dari tebu yang saya beli dari pengrajinnya di Dompu. Alpukat saya petik beberapa hari yang lalu dari pohon yang sedang berbuah banyak di depan rumah. Seperti Rasul, beliau makan buah lokal yang sedang musim. Betapa bersyukurnya saya dan keluarga tinggal di rumah yang memiliki halaman luas dengan pohon buah yang berbuah bergantian sesuai musim. Pisang, mangga, pepaya, alpukat, kersen, kedondong dan sukun selalu kami dapat dari halaman rumah. Tapi kadang saya beli juga kalau ingin pisang atau pepaya yang jenisnya tidak ada di halaman rumah...hehehe.   Kembali cerita tentang alpukat, dari kecil saya mengenal alpukat yang diolah menjadi jus yang rasanya manis dan kental. Nikmat sekali! Ketika ke Meksiko, saya mengenal guacamole dengan citra rasa asam segar dari perasan air jeruk lemon dan sedikit garam atau biasa ditambah pula dengan bawang bombai dan potongan tomat ukuran dadu. Layaknya sambal b...

Zero waste (lagi)

Image
Pagi2 saya sudah panik. Baju kotor yang menumpuk harus dicuci dan saya sudah berniat untuk tidak menggunakan deterjen yang biasa kami gunakan. Saya harus mencari waktu yang tepat untuk memulai menggunakan bahan2 ramah lingkungan. Dulu sih sudah pakai klerak tapi berhenti ketika stok habis dan saya malas membeli. Dan sekarang waktu yang tepat untuk memperbaharui niat mumpung lagi ulang tahun...tidak ada hubungan tapi rasanya biar seperti menjadi pahlawan lingkungan...hahaha Walaupun saya punya beberapa folder yang menyimpan dokumen dan tutorial tentang cara membuat deterjen dari bahan yang ada di dapur, tetapi saya memilih mencarinya (lagi) di Google. Ahoy...dapat kejutan dari Google dengan tampilannya. Pencarianpun jadi lebih menyenangkan. Mulai dari satu laman tertaut di laman berikutnya dan terus begitu. Dan kesimpulannya, para praktisi zero waste menggunakan bahan yang tidak tersedia di dapur saya. Lha terus mesti bagaimana dong, pakaian kotor harus tetap dicuci. Akhirnya tan...

Antara Maroko dan Merauke

Saya: "Idris, nanti kalau kakak sudah selesai belajar bahasa Arabnya, dia mau ke Maroko" Idris: "Kok, ke Maroko sih bu?" Saya: "Emang kenapa? Khan kakak bisa praktek bahasa Arab sekalian jalan-jalan" Idris: "Maroko khan jauh bu. Kenapa nggak ke Merauke aja, lebih deket, jadi tiket pesawatnya murah" Ealaaah nak! 

Folder baru

Image
Setiap hari saya hampir selalu melewati rute yang sama ketika mengantar Idris ke sekolah. Kali dengan aliran air yang tidak deras walaupun musim hujan, jembatan-jembatan kecil, orang yang mengantri untuk membeli sarapan di pedagang pinggir jalan serta beberapa orang yang memanfaatkan jogging track untuk olahraga adalah pemandangan yang biasa kami lihat setiap pagi. Dan ketika melewati jembatan kecil, tampak seorang ibu membawa keranjang sampah dan saya memperlambat laju motor untuk memastikan kemana dia membuang plastik merah besar dalam keranjang sampahnya. Dan dugaan saya tepat! Dia buang ke kali Pagi itu saya ada meeting dengan sebuah perusahaan mutiara asing yang sudah 2 tahun bekerjasama untuk menjalankan program pendidikan lingkungan disebuah sekolah dasar dekat dengan lokasi budidaya mutiaranya. Pembicaraan santai dibuka dengan topik sampah, sampah dan sampah (lagi). Sampah hasil sikap dari para wisatawan yang tidak peduli, sampah yang terbawa arus dari satu tempat ke tem...

Nirsampah

Image
Membawa keranjang belanja ke pasar...wajib Menaruh sampah organik untuk dibuat kompos...sering Membawa wadah makan kemana-mana...kalau inget Membawa botol air minum sendiri...kadang lupa Membuat sabun klerek untuk mencuci baju..jarang  Tentu saya akan sangat bahagia apabila semua jawaban diatas adalah wajib.  Dan saya sedang berusaha menemukan kunci-kunci dari jawaban itu Kesadaran Kerja keras Komitmen Konsisten Keteladanan

Ngeblog lagi :-)

Image
Saya membuka tahun 2017 dengan membuka 4 blog pribadi yang sudah jarang saya buka. Blog ini termasuk yang lumayan sering saya buka dibanding 3 blog lainnya walaupun tidak bisa dibilang saya banyak menulis. Ada 40 drafts tulisan dalam kurun waktu 13 tahun saya menulis blog. Tertawa dan takjub membaca 40 drafts  tulisan yang sayangnya sudah tidak kekinian lagi untuk ditampilkan dan diputuskan masuk ke tong sampah. Termasuk 1 blog yang akhirnya bernasib sama.  Dan untuk mengasah kemampuan menulis, saya mencoba mengelola 3 blog yang punya rasa berbeda. Blog ini lebih banyak cerita tentang hal-hal yang menarik perhatian saya yang idenya bisa ditemukan dimana dan kapan saja. Blog Sarapan Yuk  untuk menyimpan koleksi sarapan keluarga saya yang sebenarnya berupa photoblog karena minim tulisan. Dan yang satu lagi, The Schools Projects , adalah rekaman kegiatan program sister school yang saya fasilitasi. Blog berbahasa Inggris, karena sister school dari sekolah di Lombok ad...

Are you practicing it?

Setelah menjemput Idris dari sekolah, kami lewat jalan utama yang berarti melewati kantor walikota dan pendoponya. Kendaraan tampak merayap. Sedang ada acara apa di pendopo walikota pikir saya. Dan tak lama tampak ibu-ibu bergaun putih dengan kerudung dengan warna senada atau motif yang sama keluar dari pendopo walikota. Oh, pasti ada pengajian. Saya "kagum" bukan pada banyaknya ibu-ibu yang mengikuti pengajian, akan tetapi pada sampah yang berserakan dihalaman pendopo walikota. Sampah dari kotak konsumsi yang ditinggalkan para ibu-ibu pengajian itu.  Saya jadi teringat ketika sering ditanya oleh orang asing yang menanyakan keyakinan saya. Biasanya pertanyaan akan berlanjut "Are you practicing it?" Saya baru sadar, karena agama tidak hanya urusan sholat, puasa, bersedekah dan lainnya. Tapi mengamalkan ajaran Islam dalam setiap sendi kehidupan termasuk tidak "mendzalimi" lingkungan. Dan Idrispun mendengarkan celoteh ibunya yang tidak akan bosan bercer...