Antara alpukat, pempek, wortel, nirsampah dan origami
Pagi ini saya sarapan dengan alpukat mentega dan sedikit serutan gula merah dari tebu yang saya beli dari pengrajinnya di Dompu. Alpukat saya petik beberapa hari yang lalu dari pohon yang sedang berbuah banyak di depan rumah. Seperti Rasul, beliau makan buah lokal yang sedang musim. Betapa bersyukurnya saya dan keluarga tinggal di rumah yang memiliki halaman luas dengan pohon buah yang berbuah bergantian sesuai musim. Pisang, mangga, pepaya, alpukat, kersen, kedondong dan sukun selalu kami dapat dari halaman rumah. Tapi kadang saya beli juga kalau ingin pisang atau pepaya yang jenisnya tidak ada di halaman rumah...hehehe. Kembali cerita tentang alpukat, dari kecil saya mengenal alpukat yang diolah menjadi jus yang rasanya manis dan kental. Nikmat sekali! Ketika ke Meksiko, saya mengenal guacamole dengan citra rasa asam segar dari perasan air jeruk lemon dan sedikit garam atau biasa ditambah pula dengan bawang bombai dan potongan tomat ukuran dadu. Layaknya sambal b...