Posts

Pesantren

Image
Saya baru saja selesai membaca Negeri 5 Menara. Cerita yang mengingatkan saya kepada pengalaman Khansa dan Tsaqif menyelami hari2nya belajar di pesantren... Keputusan setengah hati...sama seperti sang tokoh, Alif, hal yang sama juga dialami Khansa dan Tsaqif ketika mengetahui bahwa mereka akan melanjutkan sekolahnya di pesantren sepulangnya mereka dari Selandia Baru. Ini rencana lama, jauh sebelum kami berangkat ke Selandia Baru. Walaupun rencana lama, referensi saya tentang pesantren tidak juga bertambah. Ah...seharusnya saya membekali diri dengan referensi yang banyak dan baik tentang pesantren sehingga ketika menghadapi anak2 yang memang sudah pandai berargumentasi, saya tidak perlu kehilangan akal dan mengeluarkan pernyataan yang bersifat doktrin. Beberapa kali saya mengunjungi Khansa dan Tsaqif tapi hanya untuk beberapa jam. Padahal mereka ingin sekali saya menginap. Tapi melihat kondisi kamar mandi dan tempat penginapan yang tidak memenuhi selera saya, saya selalu enggan untuk ...

Rahasia

Ada banyak cara untuk menyampaikan sebuah rahasia tanpa diketahui oleh orang lain. Ibu saya yang orang Palembang selalu berbahasa Jawa jika ingin menyampaikan sesuatu yang bersifat rahasia ke bapak. Saya yang tidak diajarkan berbahasa Jawa tentu tidak mengerti dong. Ketika anak2 masih kecil, saya dan Abi selalu berbahasa Inggris jika membicarakan sesuatu yang tidak ingin diketahui anak2. Dua anak saya yang sekolah di pesantren melakukan hal yang sama. Mereka berbahasa Arab jika membicarakan suatu rahasia...waaah.

15 years

Image

Apa jadinya...

Dalam perjalanan ke Lombok Timur, saya ditemani oleh seorang temannya Abi dan adiknya. Kalau temannya Abi, saya kenal baik, karena kalau ke Bali saya selalu sempatkan untuk ketemu, tapi adiknya saya baru ketemu walaupun mereka sama2 tinggal di Bali. Dalam dua jam perjalanan, banyak hal yang kita obrolkan. Dari hal2 yang ringan hingga yang berbau serius. Walaupun dua jam terlalu sebentar untuk bisa menilai seseorang, yah paling tidak saya tahu barang satu atau dua sifat seseorang. Terus terang saya tidak simpati ketika sang adik meremehkan kendaraan si kakak. Saya tahu mana batas bercanda dan tidak. Saya jadi lebih tidak simpati lagi ketika kita ngobrol soal bahasa daerah. Dengan entengnya dia berucap bahwa dia lain dengan saudara2nya yang fasih berbahasa Bali karena mereka bergaul dengan rakyat biasa sedangkan dia tidak fasih berbahasa Bali karena lebih banyak bergaul dengan orang Jakarta. Sigh! Sampai di Lombok Timur, sambil menunggu si Abi selesai menyelam, saya lebih banyak bermain ...

Jadwal

Senin: ngajarin anak2 origami Selasa: diskusi konservasi terumbu karang Rabu: nemein kakak yang lagi diving course Kamis: diving trip Jum'at: nanem mangrove Sabtu: trekking ke air terjun Minggu: trekking di kebun kopi What a lovely week :)

Aneh

Mereka bilang saya aneh, ketika... Saya memilih hunting foto hingga ke titik garis khatulistiwa di hutan antara Bontang dan Samarinda saat mereka memilih hunting foto kapal pengangkut gas alam di pelabuhan Mereka bilang saya aneh, ketika... Saya memilih pedalaman Kalimantan sebagai tempat study tour SMA saat mereka memilih Yogyakarta atau Bali Mereka bilang saya aneh, ketika... Saya memilih Ambon sebagai tempat studi saat mereka memilih memenuhi universitas-universitas di tanah Jawa Mereka bilang saya aneh, ketika... Menjadikan Fiji sebagai tempat belajar dan berlibur saat mereka memilih Singapura sebagai tempat belajar dan berlibur Mereka bilang saya aneh, ketika... Bercerita begitu cintanya saya pada Indonesia bagian timur saat mereka bercerita begitu bangganya hidup dikota metropolitan Sampai sekarang mereka tetap menganggap saya aneh...tapi itu yang membuat mereka begitu kangen dengan saya :)

Sawah

Image
Ketika masih di New Zealand, saya sempat balik ke Indonesia untuk penelitian. Itu berarti setahun setelah tinggal di New Zealand. Dalam setahun saya dibuat terkaget2 dengan perkembangan kota Mataram yang menurut saya bukan perkembangan yang baik. Setahu saya, jalan lingkar menuju bandara adalah jalur hijau yang merupakan hamparan sawah yang menyejukkan mata ketika memandangnya. Tapi sekarang...nyaris pemandangan sawah sudah berubah menjadi pemandangan bangunan kantor, sekolah dan perumahan. Karena orangtua saya berminat untuk pindah ke Lombok, saya jadi rajin berhubungan dengan makelar. Dan sayapun terkaget2 dengan data yang ada. Nyaris lahan2 produktif sudah habis dikapling oleh pengembang. Apakah ini indikasi lonjakan penduduk? Entahlah. Buat saya ini adalah suatu keprihatinan. Dan jangan heran suatu saat kita jadi tergantung dengan beras impor... Foto diatas lokasinya di Sembalun Bumbung, sebuah desa dikaki Gunung Rinjani. Desa ini merupakan lumbung beras merah. Hmm...mudah2an cucu2...