Apa jadinya...

Dalam perjalanan ke Lombok Timur, saya ditemani oleh seorang temannya Abi dan adiknya. Kalau temannya Abi, saya kenal baik, karena kalau ke Bali saya selalu sempatkan untuk ketemu, tapi adiknya saya baru ketemu walaupun mereka sama2 tinggal di Bali.

Dalam dua jam perjalanan, banyak hal yang kita obrolkan. Dari hal2 yang ringan hingga yang berbau serius. Walaupun dua jam terlalu sebentar untuk bisa menilai seseorang, yah paling tidak saya tahu barang satu atau dua sifat seseorang. Terus terang saya tidak simpati ketika sang adik meremehkan kendaraan si kakak. Saya tahu mana batas bercanda dan tidak. Saya jadi lebih tidak simpati lagi ketika kita ngobrol soal bahasa daerah. Dengan entengnya dia berucap bahwa dia lain dengan saudara2nya yang fasih berbahasa Bali karena mereka bergaul dengan rakyat biasa sedangkan dia tidak fasih berbahasa Bali karena lebih banyak bergaul dengan orang Jakarta. Sigh!

Sampai di Lombok Timur, sambil menunggu si Abi selesai menyelam, saya lebih banyak bermain dengan anak2 yang asyik berenang dan tidak banyak berinteraksi dengan mereka.

Setelah dari Lombok Timur, kita bermalam di Lombok Tengah karena teman yang dari Singapura ingin jalan2 ke air terjun. Karena yang ingin ke air terjun banyak, sedangkan landy yang ada cuma satu, maka saya dan anak2 mengalah untuk tidak ikutan. Toh, kapan2 saya bisa kesana lagi.

Sekembalinya dari jalan2, teman yang dari Singapura mendekati saya dan bertanya2 tentang temennya Abi dan adiknya itu. Yah saya cerita apa adanya. Kemudian dia cerita kejadian di air terjun. Ketika menaiki tangga, adiknya temennya Abi langsung menarik tangannya dan menempelkan pipinya. Terus terang dia shock...sayapun jadi ikutan shock mendengar ceritanya. Si teman dari Singapura memang berwajah manis tapi bukan berarti bisa jadi inceran orang iseng khan. Sebuah perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang laki2 yang telah berkeluarga dan seorang calon anggota dewan walaupun tidak lolos.

Ah, apa jadinya jika dia benar2 mewakili suara rakyat di dewan yang terhormat...

Comments

gala-aksi said…
jadi penasaran...siapakah si tokoh yg doyan Sun-sun-an tsb, benarkah si calon anggota Hewan??? hahaha....

si miss singapore lupa pake SUN-block ya!!!

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

A Forest of Fables

Martha Stewart