Buku

Ketika saya mengunjugi rumah seorang kerabat, dimeja makannya terlihat deretan buku yang membuat saya hanya bisa terpaku memandang deretan buku2 itu. Sebuah seri buku yang terdiri dari 3 buah berjudul Indonesian Reef Fishes. Buku yang ditulis oleh 2 orang berkebangsaan asing ini membuat perasaan saya antara kagum dan kesal.

Kagum karena Rudie H. Kuiter salah seorang penulisnya, lagi2 menulis buku tentang ikan2 di Indonesia. Buku Rudie sebelumnya menjadi pengangan oleh rata2 peneliti ikan dan penyelam untuk identifikasi ikan di perairan Indonesia. Penulis yang kedua adalah Takamasa Tonozuka, seorang berkebangsaan Jepang yang sudah lama bermukim di Bali. Saya pernah bertemu Tonozuka-san sekali di Bali. Dia adalah fotografer bawah air profesional dan foto2nya membuat saya cukup berkomentar...wow!. Rasanya tidak mau beranjak dari kantornya yang nyaman sambil memandang hasil karyanya yang memenuhi hampir seluruh dinding kantornya serta ribuan koleksi slide2nya.

Kesal? Bagaimana tidak. Buku yang dikemas dalam 1 pak itu berharga nyaris 3,5 juta rupiah. Buku hardcover yang saya miliki yang lebih tebal dari itu tidak ada yang diatas 1 juta rupiah untuk sebuahnya.

Walaupun saya merayu dengan jurus apapun bakal tidak dikabulkan Abi. Buku itu terlalu mahal baginya. Walaupun kami termasuk royal membelanjakan uang kami untuk buku, tetap saja buku itu mahal. Lagipula jika buku Rudie H. Kutier sebelumnya aman dibawa kemana-mana termasuk boat yang rawan dengan basah, karena biasanya penyelam akan langsung lihat buku identifikasi untuk memuaskan rasa penasarannya terhadap biota2 yang ditemuinya ketika menyelam, tapi...bukunya kali ini, hmm...selain berat dan duuuh kok rasanya sayang sekali bawa buku hardcover, 3 buah pula dan sudah pasti berat buat ditaruh diboat. Ah rasanya kurang kerjaan deh.

Kesal lagi? Rata2 buku berkualitas yang menceritakan tentang keindahan alam baik itu didarat maupun lautan ditulis oleh orang asing dan produksinyapun tidak di Indonesia.
Dan soal harga, jangan ditanya deh karena sudah pasti mahal. Sayapun kadang2 hanya bisa mengaguminya saja dirak2 di toko2 buku besar. Sedih tidak sih menyadari keindahan alam negeri ini dijual bukan oleh bangsa kita sendiri? Karena sudah pasti keuntungan dari hasil penjualan buku2 tersebut bukan untuk bangsa ini.

Hmm...ada yang tertarik untuk menjual keindahan Indonesia melalui buku? Mudah2an ada ya...

Oh iya, jika nanti bukunya sudah diterbitkan, tolong bukunya jangan dijual mahal2, biar saya bisa beli ;)

Comments

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?