Posts

Showing posts from November, 2013

Percakapan disuatu pagi

Abi: "Kenalkan, ini istri saya. Dia lulusan Kelautan Unpatti"
Ibu A: "Oh, lulusan Unpatti"
Saya: "Ibu dosen apa di U**"
Ibu A: "Perikanan. Tapi Perikanan ada dibawah Pertanian"
Saya: "Oh, bukan fakultas sendiri ya?"
Bapak B: "Ada teman kami dulu dosen Unpatti yang sejak kerusuhan tidak mau balik lagi ke Ambon. Dia orang Pengolahan"
Saya: "Oh, PHP. Saya kurang kenal karena saya di Kelautan dan saat itu saya masih mahasiswa"
Saya: "Kalau di U**, berarti lebih banyak perikanan air tawar ya"
Bapak B: "Ah, kami tidak membedakan air tawar dan air laut. Hmm...tapi iya sih, memang lebih banyak air tawar"
Bapak B: "Tapi, Perikanan di U** sudah ada sejak tahun 1964"
Saya: "Wow! Sudah lama sekali"
Jawab saya takjub sambil berkata dalam hati...kasian, udah selama itu, belon merdeka juga...hahaha


Satu hari di sekolah

Image
Saya sedang membantu memfasilitasi persahabatan antara satu sekolah di Lombok dengan satu sekolah di Australia. Jadi, salah satu tugas saya adalah memberi gambaran seperti apa sih kegiatan disekolah agar murid-murid kedua sekolah bisa saling bertukar cerita. Untuk itu saya minta ijin kepada kepala sekolah untuk memotret kehidupan sekolah.

Berhubung lokasi sekolah ada di pesisir utara Lombok Timur, jadi saya harus berangkat jam 4 pagi dari Mataram agar sampai disana bisa mengikuti kegiatan awal anak-anak berangkat ke sekolah. Waktu baru menunjukkan jam 6 kurang ketika kami tiba, tapi anak2 sudah ramai memenuhi jalan ke sekolah. Kami bergabung dengan beberapa anak dan jalan berbarengan sambil bercerita kegiatan pagi hari.
Semua anak yang saya tanyakan sudah sarapan, rata2 dengan nasi dan lauk ikan hasil tangkapan orangtua mereka. Bisa dibayangkan alangkah segar dan sehatnya lauk yang mereka konsumsi. Uang jajan? Orangtua mereka membekali anak2 ini dengan jumlah yang bervariasi antara Rp…

Next trip

Image
Sebenarnya saya tidak begitu tertarik menjelajah Eropa. Tapi teman saya berhasil melukiskan benua ini dengan kata2 yang membuat saya terpukau. Dan sebuah cuplikan film 99 Cahaya di Langit Eropa setelah bukunya, membuat saya mulai berpikir untuk membuat rencana berkelana bersama keluarga menjelajahi peradaban Islam di benua Eropa. Jadi lupakan dulu rencana berpetualang ke Benua Kangguru serta negara2 kecil yang bertaburan di selatan Samudra Pasifik.
Dan saya mendekati abi... Saya: "Bi, pilih...kita enaknya bawa anak2 ke benua mana ya untuk menjelajah sambil belajar jejak peradaban Islam disana. Eropa deh kaya'nya". Ucap saya dengan yakin si abi bakal mengangguk setuju. Pokoknya dia mah yang penting ada nilai2 Islam yang bisa dipetik sebagai pengalaman belajar untuk anak-anak, biasanya oke saja. Abi tidak langsung komentar, mungkin sedang berpikir untuk menyetujui ide saya. Abi: "Cina dong" Jawabnya mantab plus membuat saya terkejut Saya: "Ha?! Kok Cina sih…

Bersyukur

Image
Seorang teman dari Australia akan mengajak keluarganya berlibur ke Bali dan meminta tolong saya membuat catatan kecil untuk dipegang anaknya. Isi catatannya adalah "Saya sangat alergi dengan kacang-kacangan dan biji-bijian. Jika saya makan makanan yang mengandung kedua bahan tersebut, nyawa saya bisa terancam dan bisa meninggal. Jadi tolong beritahu apabila dalam makanan ini mengandung kacang-kacangan atau biji-bijian. Terima kasih atas perhatiannya"
Ya, anaknya menderita alergi kacang-kacangan dan biji-bijian. Dia pernah bercerita bagaimana reaksi yang timbul ketika terkena makanan berbahan kacang atau biji. Saat itu bapaknya lupa cuci tangan ketika habis mengoles roti dengan selai yang ternyata mengandung bahan kacang dan tidak sengaja menyentuh tangan si anak. Reaksinya cepat sekali, si anak merasa tersedak dan kulitnya mulai merah. Saya merinding mendengar ceritanya. Jadi saya pun ikutan ikutan deg2an ketika mengajak mereka jalan2 karena takut yang dia konsumsi mengandung …

Terbang dengan kelas bisnis

Image
Saya harus memasukkan aplikasi visa dan itu berarti saya harus ke Bali. Dengan anggapan terbang bukan diawal minggu atau diakhir minggu, membuat saya dengan santai melenggang ke kantor Garuda pagi hari untuk membeli tiket penerbangan sorenya. 
Ternyata pikiran saya meleset. Kelas ekonomi penuh. Duh, masa' pake kelas bisnis sih. Penerbangan 20 menit rasanya kok kurang kerjaan pake kelas itu. Tapi berhubung kelas ekonomi betul2 penuh dan saya dalam kondisi kepepet...mau tidak mau saya ambil. Untung dapat harga promosi bisnis dan supaya nggak terlalu merogoh kocek, baliknya saya pakai poin GFF jadi cuma bayar pajak bandara saja. Kalau dihitung2, ya harganya sama dengan bolak-balik pakai kelas ekonomi. Cuma plusnya saya bisa nongkrong di lounge dan bisa minum jus puas2 saat terbang.
Terbang dengan kelas bisnis bukanlah pilihan saya. Mau penerbangan jarak pendek atau jarak jauh, saya setia duduk dikelas ekonomi. Walaupun kadang2 ketika melakukan penerbangan jarak jauh suka iri dengan pen…