Posts

Showing posts from May, 2008

Lapis Surabaya

Image
Saya dan Dewi, teman baik saya, adalah penggemar Lapis Surabaya. Teksturnya yang lembut...hmm, siapa sih yang tidak menggemari jenis kue yang satu ini. Ketika sama2 di Lombok, sebagai penikmat Lapis Surabaya, kami sering membeli bersama. Cara menikmatinya adalah lapis demi lapis sambil berhitung...hehehe, maklumlah sepotong Lapis Surabaya khan lumayan mahal. Sebagai penikmat, kami lebih mengandalkan menikmati Lapis Surabaya dengan membeli dan keinginan untuk membuatnya sendiri...hmm, prinsipnya selama bisa beli dengan mudah, kenapa harus buat…hahaha.

Dan ketika kami sama2 mendapat kesempatan melanjutkan studi disini, keahlian Dewi didapur diasah dengan baik. Apalagi dia memiliki seorang teman yang memang pintar masak dan membuat Dewi semakin lincah didapur. Sedangkan saya...ya so so alias biasa2 aja. Selalu ada cerita menarik tentang pengalaman masaknya ketika kami bercerita entah itu ditelpon atau imel.

Waktu Dewi mengunjungi saya, secara iseng dia mencatat resep Lapis Surabaya dari b…

Lunchbox

Image
Orang Inggris bilangnya lunch box
Orang Jepang menyebutnya bento
Orang Prancis bilang panier repas
Orang Spanyol menamakannya fiambrera

Apapun namanya, fungsinya sama: bekal yang dibawa untuk makan siang. Biasanya tradisi ini adalah makanan yang dibawa dari rumah. Walaupun pada akhirnya banyak restauran atau kedai makanan yang menyediakan makan siang yang dikemas dalam wadah seperti kotak dan kita tinggal beli.

Ketika tinggal di Indonesia, saya jarang atau mungkin bisa dihitung dengan jari berapa kali saya menyiapkan lunchbox. Anak2 sekolah dari jam 7 hingga jam 12.30, jadi otomatis mereka makan siang dirumah. Kalau saya kerja dilapangan, lebih enak minta tolong penduduk setempat menyiapkan makan siang dengan menu nasi, ikan dan sayur kangkung atau rebusan daun singkong plus sambalnya...hmm, fresh dan tidak perlu menghangatkannya dengan microwave.

Ketika tinggal disini, menyiapkan lunchbox menjadi rutinitas saya sehari-hari, terutama setelah ada anak2. Minggu2 pertama, saya bekali merek…

Hey dude!

Beberapa bulan lalu...
Si dude: Wah supervisor saya payah. Masa' saya yang disuruh ngajar melulu
Saya: Bukan emang seharusnya gitu?
Si dude: Iya, tapi kok saya disuruh ngajar level ini, level itu
Saya: Lha namanya juga bagian dari kewajiban
Si dude: Tapi dia nggak boleh seenaknya gitu
Saya: ...

Bulan lalu...
Si dude: Wah susah nih istri saya. Nggak bisa dibilangin
Saya: Cara komunikasinya kali yang salah
Si dude: Ah, emang sudah wataknya begitu
Saya: ...

Beberapa minggu lalu...
Si dude: Repot nih urusan kerjaan nggak beres2
Saya: Ya dikerjain aja, ntar juga selesai
Si dude: Abis pada minta bantuin saya sih
Saya: Namanya juga situ orang pintar
Si dude: Orang sini kadang emang nggak tau aturan
Saya: ...

Kemarin...
Si dude: Anak saya susah banget dibilangin, maunya ngebantah melulu
Saya: Namanya anak umur tanggung
Si dude: Sekarang pintar banget bikin argumen
Saya: Bagus dong, artinya dia punya pendirian
Si dude: Jaman saya, saya nggak pernah bantah orangtua
Saya: Namanya juga beda jaman
Si dude: Bikin kesel …

Superwoman

Banyak teman2 baru saya dibuat terhenyak ketika mereka mengetahui lebih banyak tentang saya. Seorang istri, seorang ibu dengan lima anak dan salah satunya masih bayi, , seorang mahasiswa pascasarjana. You are superwoman ungkap mereka. Apakah betul saya superwoman? Ah jelas tidak, lha wong saya nggak bisa terbang kok...hehehe

Saya hanyalah manusia biasa dengan segala kekurangan dan kelebihan yang berakumulasi dalam diri saya.
Saya bisa merasa bersalah karena si Abi yang harus lebih banyak menghabiskan waktu didapur
Saya bisa menikmati akhir pekan jalan2 bersama anak2
Saya bisa suntuk dengan beberapa bacaan yang tidak bisa saya cerna dengan mudah
Saya bisa menikmati coklat dan eskrim tanpa merasa bersalah dengan konsekuensi berat badan saya bertambah beberapa kilogram
Sebagai manusia biasa, daftar kekurangan dan kelebihan saya tentu panjang

Jadi betul khan saya bukan superwoman
Saya hanyalah manusia biasa yang tidak ingin berhenti melafazkan rasa bersyukur saya bahwa saya bisa menjadi seoran…