Zero waste (lagi)

Pagi2 saya sudah panik. Baju kotor yang menumpuk harus dicuci dan saya sudah berniat untuk tidak menggunakan deterjen yang biasa kami gunakan. Saya harus mencari waktu yang tepat untuk memulai menggunakan bahan2 ramah lingkungan. Dulu sih sudah pakai klerak tapi berhenti ketika stok habis dan saya malas membeli. Dan sekarang waktu yang tepat untuk memperbaharui niat mumpung lagi ulang tahun...tidak ada hubungan tapi rasanya biar seperti menjadi pahlawan lingkungan...hahaha

Walaupun saya punya beberapa folder yang menyimpan dokumen dan tutorial tentang cara membuat deterjen dari bahan yang ada di dapur, tetapi saya memilih mencarinya (lagi) di Google. Ahoy...dapat kejutan dari Google dengan tampilannya. Pencarianpun jadi lebih menyenangkan. Mulai dari satu laman tertaut di laman berikutnya dan terus begitu. Dan kesimpulannya, para praktisi zero waste menggunakan bahan yang tidak tersedia di dapur saya. Lha terus mesti bagaimana dong, pakaian kotor harus tetap dicuci. Akhirnya tanya ke abi, dia bilang masih ada sisa deterjen dan cukup untuk mencuci pakaian kotor yang menumpuk itu. Ah, awal hari yang belum ideal untuk menjadi pahlawan lingkungan...hahaha

Setelah urusan  mencuci beres, selanjutnya urusan masak. Walaupun hari libur dan saya lagi ulang tahun, kali ini tidak ada cerita mau bergaya makan siang diluar karena lagi ngirit. Indikasinya adalah saya menemukan tumpukan daun kelor yang baru dipetik si abi...hahaha. Masak apa ya? Di lemari es hanya punya tempe dan telur ayam kampung. Ya sudah, harus tetap bersyukur dengan nikmat yang diberikan. Jadilah menu makan siang dengan nasi, tempe goreng (tempenya beli di pasar tradisional, senang masih nemu tempe yang dibungkus daun pisang karena sekarang kebanyakan tempe dibungkus plastik ), telur dadar (telurnya dari ayam kampung peliharaan), sambal terasi (cabe rawitnya metik di kebun) dan sayur kelor bening (kelornya metik di halaman). Alhamdulillah  

Ketika sedang berselancar di dunia maya, saya menemukan tautan dari blognya Erin, the Rogue Ginger tentang seorang blogger Indonesia yang mengulas tentang zero waste. Namanya Siska Nirmala dan dia baru saja menerbitkan sebuah buku berjudul Zero Waste Adventure. Rasanya benar adanya bahwa membentuk sikap peduli terhadap lingkungan adalah sebuah petualangan seru dimana kita belajar melalui proses itu sendiri. Rasanya ini sebuah hadiah buat saya dan keluarga. Menemukan orang-orang yang peduli terhadap lingkungannya.

Sambil melirik postingan saya tepat 1 tahun yang lalu, ah...ternyata koleksi handuk Jepang saya baru bertambah 2. Sepertinya saya harus banyak berpetualang lagi, membaca cerita2 menarik tentang zero waste dan bertemu dengan para pahlawan lingkungan yang inspiratif...dan menjalani prinsip2 zero waste didalam kehidupan sehari-hari sambil menambah koleksi tenugui saya...ganbatte kudasai!

Comments

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

A Forest of Fables

Martha Stewart