Siklus 5 tahunan

5 tahun lalu saya pernah bercerita tentang pengalaman sehari di Kantor Imigrasi. Terlalu banyak keprihatinan yang diceritakan mulai dari kondisi fisik kantor yang tidak nyaman bagi para pelamar paspor hingga para TKI yang diperlakukan tidak baik oleh para pemberi jasa. Bagaimana kali ini?

Kantornya sudah direnovasi, berpendingin udara dan disetting 18 derajat membuat kursi-kursi tunggu berbahan stainless steel itu dingin sekali. Ruangannya penuh dengan para calon TKI...walaupun saya hanya menebak lho...hehehe. Ramai sekali, mirip pasar tradisional.

Saya perhatikan ada 2 petugas yang memeriksa berkas. Nomer urut saya 32, si ibu yang sedang diperiksa berkasnya adalah nomer urut 28. Berarti tinggal nunggu 4 orang lagi. Si ibu selesai dan tidak ada panggilan nomer urut 29. Beberapa agen(?) atau calo(?)...entahlah, definisi mana yang cocok untuk menggambarkan orang-orang yang membawa tumpukan berkas imigrasi dan menaruh dengan santai dimeja petugas. Tidak ada protes dari si petugas. Dia meneruskan memeriksa setiap berkas yang ada di mejanya. Hey! Tidak hanya satu orang, beberapa orang bolak-balik menaruh berkas dimeja2 petugas itu. Lha! Kalau begini kapan berkas saya diperiksa. 

Daripada menggerutu, saya dan si kakak yang juga kebetulan memperpanjang paspornya mulai menjadi observer. Satu jam lebih menunggu, saya dan kakak sudah bisa membedakan agen-agen paspor yang mengurus TKI dan yang lain, seperti yang untuk urusan umroh, celananya cangkring, mengenakan kemeja koko dan yang wanita berjilbab...hahaha, lagi-lagi saya hanya menebak. Dan yang membuat heboh adalah mereka punya keleluasaan luar biasa. Untuk urusan stempel atau cap-pun mereka lakukan sendiri...wow!

Ternyata tidak hanya saya dan kakak saja yang bosan menunggu. Para calon TKIpun dihinggapi rasa bosan menunggu untuk panggilan wawancara dan sesi foto. Ada saja yang dilakukan, mulai dari main lempar2an kertas, memperbaiki jilbab dengan membuka jilbab dan memainkan rambut, ngobrol dengan teman hingga tidur dengan posisi melingkar...soalnya khan ruangannya dingin.

Well, saya berharap siklus 5 tahun berikutnya, bisa merasakan Kantor Imigrasi yang punya sistem yang lebih baik. Semoga!



Comments

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

A Forest of Fables

Martha Stewart