Lego

Lego adalah hasil karya Ole Kirk Kristiansen, seorang tukang kayu dari Denmark. Ya, memang Lego berawal dari mainan berbahan kayu. Butuh waktu 80 tahun untuk menjadikan Lego sebagai salah satu pembuat mainan anak terbesar didunia.

Semasa saya kecil saya sudah main Lego. Walaupun mainan ini tidak murah, tapi orangtua saya selalu melakukan yang terbaik untuk anak semata wayangnya ini. Dengan cara menyisihkan dana dari gajinya sebagai guru, saya punya koleksi Lego walaupun jumlahnya terbatas. Dan karena jumlah Lego yang terbatas itu, saya harus bermain di rumah teman2 yang punya koleksi Lego yang komplit. Dan saya rela bersepeda dibawa terik matahari khatulistiwa hanya untuk mengunjungi rumah teman dan memuaskan keinginan bermain Lego.

Karena Lego merupakan mainan yang mengasah kreatifitas, anak-anak sayapun main Lego. Lagi2 Lego tetap saya kategorikan sebagai mainan mahal. Koleksi Lego mereka juga terbatas. Agar koleksi mereka lebih banyak, saya coba membeli duplikat Lego tapi selalu kena protes karena balok tidak melekat dengan sempurna. Sayapun kapok dan hanya menambah koleksi Lego asli yang kalau beli mesti pake acara mengerutkan alis...hehehe. Pada masa itu yang masih bertahan main Lego adalah Tsaqif karena Khansa, Azka dan Miska memilih membaca buku.

Hingga ketika Idris mengenal Lego dan Lego sudah mulai berkreasi dengan permainan bongkar pasang yang sudah diset. Jadi Idris mengenal Lego yang sudah diset dan tinggal membaca petunjuk pemasangan dan...taraaa, jadilah "hasil kreasi" pabrik yang dipasang Idris. Tingkat tantangan berkurang dan Idrispun mengalaminya. Sekali dua kali bongkar pasang dan setelah itu dia mencoba menemukan keasyikan dengan mengkombinasikan setiap set yang berbeda menjadi satu. Resikonya adalah saya harus siaga membongkar potongan2 Lego dari set yang berbeda. Kuku saya yang diandalkan untuk melepas pasangan potongan2 yang menempel sempurna sering jadi korban.

Saya lihat katalog Lego. Ternyata Lego masih berbaik hati menjual balok2 "mentah" berjumlah hampir ribuan yang bisa dibuat apa saja sesuai kreatifitas anak. Back to basic. Tapi tetap...Lego bukan mainan murah :-)


Comments

Samaan Bude, cici juga suka lego hehe. Dulu pernah nonton di discovery channel, konon yang bikin lego mahal karena buat cetakannya itu mahal bener. Belum lagi riset buat design baru yang keren keren itu
Hani said…
oooh serial megafactories yah. iya May, yang mahal itu idenya...hehehe. jadi pengguna patut menghormatinya...hehehe
alaya said…
sekarang lagi seneng banget main lego sama jingga. walau cuma punya terbatas & belinya nunggu diskon :D

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?