Australia Trip - Menanam pohon mangrove

Sepanjang minggu kami memantau prakiraan cuaca dan hari Jum'at dimana sekolah sudah menjadwalkan untuk menanam mangrove diperkirakan cerah. Tapi tetap saja cuaca tidak bisa diprediksi. Saya sudah membayangkan bakal basah, kedinginan ditambah lumpur *ini berkat cerita anak-anak bahwa menanam mangrove berarti siap main lumpur*
Jum'at pagi cuaca cukup cerah setelah diguyur hujan. Jaket tebal tetap menempel dibadan. Anak-anak sangat antusias. Perjalanan dari sekolah ke pesisir memakan waktu kurang lebih 1 jam. Saya duduk dengan seorang anak laki-laki yang banyak bercerita tentang reptil. Untuk ukuran anak sebayanya, pengetahuannya luar biasa buat saya.
Tiba dipantai, saya disuguhi pemandangan cantik khas pantai dengan vegetasi tumbuhan sub-tropis. Burung2 camar terbang mendekat mencoba peruntungan kalau anak2 melemparkan beberapa potong roti. 
Tapi anak-anak terlalu antusias dengan bibit2 mangrove dan buah2 mangrove yang akan dipetik segera.
Ternyata kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh St Joseph tapi ada beberapa sekolah Katolik yang berperan serta. Anak2 dibagi menjadi dua kelompok, tiap kelompok akan melakukan dua kegiatan yaitu memetik buah mangrove dan menanam bibit mangrove. 
Saya ikut kelompok yang memetik buah mangrove dulu. Pertama-tama mereka serius memetik buah mangrove. Lama2 beberapa anak sudah mulai bosan dan lebih senang bermain lumpur. Seru sih, tapi terus terang saya ogah bermain lumpur karena malas harus bersih2...hehehe
Buah2 mangrove yang dikumpulkan kemudian akan ditanam dikarton bekas kemasan susu dan diletakkan dirumah kaca hingga tumbuh tunas dan cukup kuat untuk ditanam dipesisir pantai. 
Sekarang giliran menanam pohon mangrove. Guru bertugas membuat lubang dan kami berbaris kebelakang menunggu giliran menanam. 
Karakter pantai yang berlumpur perlu trik khusus ketika menancapkan bibit mangrove. 
Pohon kecil sudah ditanam dan semoga pohon itu tumbuh dengan baik. Kelak anak2 sekolah akan memetik buahnya untuk keberlanjutan sebuah pantai dipesisir pantai selatan Victoria. Sebuah pengalaman berharga yang akan saya bagi untuk keluarga, teman2 dan guru2 di Indonesia. Betapa kita harus bersyukur betapa kita dikarunia hutan mangrove yang luar biasa keberagamannya.










Comments

masrafa.com said…
pernah liat ada wisata tanam mangrove di pinggiran Jakarta Utara. Pingin coba bawa anak2 ke sana deh
Hani said…
Iya De, bagus untuk pengalaman mereka, belajar tentang alam dan sebuah keberlanjutan :-)

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?