Australia Trip - Kejutan-kejutan kecil

Dua tahun lalu seorang kepala sekolah di Crib Point, sebuah kota kecil di Mornington Peninsula di negara bagian Victoria - Australia, ingin agar saya bisa mengunjungi sekolahnya. Saya sih mau saja, tapi tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk ke Australia. Dan diapun berjanji agar saya bisa berangkat dengan tanggungannya. 

Pertengahan tahun lalu, saya mendapat kejutan kecil berupa sebuah email dari si kepala sekolah yang membuat saya girang. Berkat usahanya, saya bisa ke Australia dan semua biaya sepenuhnya ditanggung mereka. Saya tinggal memilih mau berangkat kapan. Hmm...saat itu masih musim dingin dan karena ini bukan liburan, saya perlu persiapan. Saya memutuskan untuk berangkat saat musim panas tiba.

Karena Visa Australia sudah tidak berlaku, saya harus memperbaharuinya. Ini kali keempat saya mengurus Visa Australia. Saya ingat pertama kali mendapatkan Visa Australia hanya single-entry. Yang kedua dan ketiga berlaku satu tahun dan multi-entry. Ketika saya menerima email dari pihak Kedutaan, saya mendapat kejutan lain. Visa Australia saya berlaku sampai tahun 2016 dan itu berarti 3 tahun. Alhamdulillah! 
Duduk di window seat adalah pilihan saya karena saya bisa menikmati kejutan kecil saat matahari terbit diatas benua Kangguru. Penerbangan Denpasar - Melbourne ditempuh dalam waktu 5 jam. Tiba di Melbourne, disambut matahari yang bersinar cerah dengan suhu 30 derajat celcius. Sebuah awal yang menyenangkan.

Tapi, tidak untuk antrian imigrasi yang mengular panjang. Bisa dibayangkan 3 penerbangan yang tiba bersamaan dan penuh dengan wisatawan. Belum lagi terdengar suara keras dari beberapa petugas imigrasi karena beberapa orang tidak menulis informasi lengkap dikartu imigrasi. Sayapun mulai was-was karena sayapun tidak menulis lengkap alamat selama di Australia. Terus terang saya lupa menanyakan alamat lengkap si kepala sekolah dimana saya akan tinggal di Crib Point begitu juga dengan alamat teman yang di Melbourne dimana saya juga akan tinggal dengan mereka beberapa hari. Yang hanya saya ingat adalah nama jalan sekolah. Saya pasrah kalau kena marah...

Saya mengambil jalur yang menuju seorang bapak yang tampaknya ramah. Ups! Tapi saya dibelokkan ke seorang petugas imigrasi perempuan yang masih muda. Keletihan tampak diwajahnya. Tidak tampak senyum yang menghias. Saya melirik jam. Baru jam 8 pagi dan saya membayangkan jam berapa dia harus sudah siap pagi itu. Setelah mengucapkan selamat pagi, saya menyerahkan paspor dan kartu imigrasi dengan alamat kontak tanpa no. dan berharap semoga aman2 saja.

Dia menatap sejenak kartu saya dan membaca nama jalannya. Waduh! Keringat dingin mulai keluar. Kemudian dia melanjutkan dan berujar "Hmm...let me guess. This is a school, right? St Joseph Catholic Primary School, right?" Saya hanya bisa mengangguk dan sebelum saya sempat berbicara, dia melanjutkan..."You know what, my children are going to this school" Saya hanya bengong dan dia melanjutkan obrolannya "My daughter said that they will have a special guest and she is coming from Indonesia and it must be you. What a small world" katanya sambil tersenyum. Sebuah kejutan manis dihari pertama tiba di Melbourne :-)

Saat berada di Mornington Peninsula, saya memanfaatkan waktu untuk bertemu dengan volunteer yang akan bertugas dilembaga kami. Kebetulan si volunteer yang berdomisili di Tasmania akan mengunjungi keluarganya yang tinggal di Dromana, sebuah kota kecil di Mornington Peninsula. Sehari sebelumnya, saya dan kepala sekolah St Joseph mengunjungi temannya yang juga kepala sekolah dan tinggal di Dromana. Saya menanyakan alamat si volunteer kepada si kepala sekolah supaya besoknya tidak perlu muter2 mencarinya. Ternyata...si volunteer tinggal satu jalan dengan si kepala sekolah :-)


Comments

Andi said…
kak mau tanya, di form emang nulis minta yang multiple? di form 1419 nomer 4-6 bisa kasih tau nggak kak waktu itu ngisinya apa? soalnya saya juga mau minta multiple (kalo bisa 3 tahun juga) berhubung visanya mahal hehe, tapi takut malah reject nanti applicationnya. ditunggu balesannya kak, terima kasih.
Hani said…
Andi, karena ke Australia adalah urusan pekerjaan, aplikasi visa yang saya pakai 1415 (visitor visa - business stream). kalau tidak salah 1419 adalah tourist stream ya. saya nggak punya pengalaman dengan aplikasi tourist stream apakah berlaku single entry atau bisa multiple entry. saran saya, harus jelas tujuan sebenarnya berkunjung ke Australia. kalau ingin lama bermukim, mungkin bisa apply working holiday visa. semoga membantu :-)

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

A Forest of Fables

Martha Stewart