Reuni Plus

Sejak lulus SMA tahun 1990, kumpul bareng teman-teman atau reuni bisa dihitung dengan jari. Kuliah yang nyaris diujung timur Indonesia membuat kesempatan kumpul bareng teman-teman yang sebagian besar memenuhi Jawa menjadi terbatas. Ditambah secara kalkulasi jatah rupiah yang saya dapat setiap bulan dari orangtua ternyata lebih menguntungkan untuk menjelajahi alam negeri rempah-rempah dibanding terbang ke tanah Jawa atau Kalimantan. Jadi, cukuplah dengan surat atau telpon untuk update cerita dengan beberapa teman.

Beberapa tahun ini, kegiatan reuni menjamur. Sepertinya sosial media punya peran penting terhadap menjamurnya kegiatan kumpul bareng teman-teman lama ini. Dan karena sudah tidak lagi tinggal nyaris diujung timur Indonesia, kesempatan untuk ketemu bareng teman-teman semakin terbuka.

Bermula dari sahut-sahutan komentar di Facebook, beberapa teman sepakat untuk reuni dan jalan bareng selama 3 hari 2 malam di Lombok. Bisa dibayangkan 5 orang yang ketika sekolah punya hobi sama dan jarang atau tidak pernah bertemu hampir 23 tahun dan kemudian memutuskan untuk bertemu kembali dan berpetualangan bersama. Reuni plus karena unik, seru dan punya teman baru!
Setelah diskusi itinerary bolak-balik, sepertinya keinginan 7 orang bisa diakomodasi. Ridya, Nona, Vicky, Shinta dan Jessi tiba bersamaan dari Jakarta dan memulai petualangan dengan mengunjungi desa tradisional Sade yang tidak jauh dari airport. Mencoba menenun kain, menengok kedalam rumah tradisional dan tidak lupa beli pernak-pernik murah meriah. 

Siangnya Andrea yang menempuh perjalanan panjang Bontang-Balikpapan-Surabaya-Praya tiba dan bergabung untuk berpetualang bersama. Petualangan berikutnya adalah mengunjungi Sembalun, sebuah desa di kaki Gunung Rinjani. Pawai di dua kecamatan membuat jalan tersendat. 
Memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, saatnya pendingin udara dimobil dimatikan dan digantikan udara sejuk hutan tropis. Saatnya mengabadikan kecantikan alam :-)

Tiba di Mas Nanang, saatnya buka2an bekal. Ada kepiting Bontang, Pempek 161 Jakarta, Asinan sayur dan buah, kue kering Lebaran plus bantal yang beli di Aikmel.
Esok paginya menikmati matarhari terbit dengan pemandangn Gunung Rinjani persis dibelakang penginapan
Sesi pemotretan selebritis Vidatra
Waktunya makan selalu dimulai dengan ritual baca do'a dan foto makanan :-)
Setelah sarapan, briefing dengan Mas Nanang kira2 apa saja yang bisa dilihat dengan waktu yang terbatas. Dipilih untuk mengunjungi desa adat pertama, hutan bambu dan lahan pertanian.
Next...apalagi kalau bukan main di laut. Sepertinya tidak ada anak Bontang yang tidak pernah merasakan berpetualangan di laut. Fasilitas yang ada, sayang untuk tidak dimanfaatkan. Setelah lulus, baru terasa karena harus merogoh kocek sendiri untuk berpetualangan...hehehe

Sesi curhat Ridya dengan boatman yang mengawal...maklum, setelah meninggalkan Bontang sekitar 25 tahun yang lalu, Ridya tidak pernah diving lagi kecuali snorkeling :-)
Arisan dibawah mangrove, merencanakan petualangan seru yang akan datang...Bontang, Davao atau Belanda :-)
Andrea harus kembali ke Bontang duluan karena harus masuk kantor esok harinya. Maklum perjalanan yang ditempuh sehari semalam. Dan setelah menikmati keindahan pantai di selatan Lombok, gantian Vicky, Shinta dan Jessi yang harus kembali ke Jakarta.
Ridya dan Nona melanjutkan petualangannya sehari lagi. Setelah check-in hotel di Mataram, saatnya berburu sunset. Jalan tersendat, kali ini bukan pawai 17 Agustus-an, ini hari Minggu, berarti pawai arak-arakan pengantin. Hampir 2 jam dijalan, mencari alternatif kira-kira dimana tempat yang pas untuk mengabadikan sunset karena menuju Malimbu sudah tidak mungkin. Terus melirik matahari dengan sinar jingganya yang sangat cantik dan kecemasan melanda. Setelah lolos, akhirnya stop dimanapun yang penting ada akses ke pantai. Dan kami tiba dipantai persis saat matahari tergelincir dibalik Gunung Agung...alamaaak! Yang ada tinggal sisa-sisa semburat jingganya saja.
Menjelang malam, saya ajak Ridya dan Nona menikmati pantai Senggigi dari atas bukit. Dan foto ini mengingatkan saya pada cahaya lampu-lampu bangunan pengelohan gas alam cair di Bontang :-)
Esoknya kami bertiga berpetualang ke pesisir barat pulau Lombok. Mengunjungi "no paparazzi island" kata Nona :-)
Well, bertemu setelah sekian tahun, berpetualang bersama, bercerita perjalanan hidup tentang teman, kerabat, saudara, suami dan anak dan menjalin pertemanan baru...what a wonderful experiences.

Note: Thanks to Ridya for those 855 pictures...milihnya bingung :-)











Comments

riana said…
Mba Hani,

Aduhh..reuninya keren bangetttt....ga sabar pengen ke Lombok & menjelajah tempat-tempat menakjubkan di atas, thanks for sharing :)
masrafa.com said…
aahhh aku juga mau mbak naik kuda di pantai gitu

*iri sangat*

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?