Ketika musim jambu bol tiba

Seorang kolega yang berasal dari Kanada tertegun ketika bangun pagi dan melihat tanah disekitar mess tempatnya menginap berubah warna menjadi merah jambu. Tidak sampai disitu. Dia begitu takjub dengan pohon-pohon jambu bol yang serempak merontokkan benang-benang sarinya dan membuat jalan antara mess dan kampus menjadi merah jambu. Seperti hujan salju dinegara tropis, selorohnya. Saya suka tersenyum sendiri ketika mengingat kejadian tahun 1992 itu.

Tadi pagi ketika dalam perjalanan ke Sekotong, ada pemandangan yang membuat saya ingat kepada si kolega. Ya, musim jambu bol tiba. Berdiri dibawah pohon jambu bol yang sekitarnya sudah ditutupi benang-benang sari sambil mengarahkan kamera saku ke kaki, membuat teman perjalanan saya hanya bisa geleng-geleng kepala.Ya, walaupun saya rajin menikmati jambu bol ketika musimnya tiba, tapi sudah lama tidak menikmati pemandangan disekitar pohon jambu bol. 

Dan saya perlu menunggu beberapa tahun untuk bisa menikmatinya dipekarangan sendiri :-)


Comments

masrafa.com said…
This comment has been removed by the author.

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?