Siapa?

Dulu ketika Abi punya banyak teman diperusahaan kelompok Garuda, kami sering ditawarkan tiket konsesi. Tiket ini merupakan jatah pegawai perusahaan kelompok Garuda tadi. Makanya dulu kami rajin jalan-jalan menggunakan fasilitas Garuda atas nama orang lain...hehehe. Ternyata tidak selamanya enak memakai tiket konsesi.

Suatu kali, kami berencana merayakan lebaran di Palembang. Mulailah kami tanya2 para teman yang memiliki jatah tiket konsesi. Aha! Dapat dan bisa untuk empat orang. Ketika menunggu di bandara Soekarno-Hatta, pesawat Garuda yang akan membawa kami ke Palembang ternyata mengalami keterlambatan. Cukup lama kami menunggu hingga seorang ground staff Garuda memanggil nama seseorang. Tadinya kami cuek, lha bukan namanya Abi atau saya. Tapi Abi langsung kaget ketika nama yang ada diboarding pass yang sedang dipegangnya adalah nama yang sedang dipanggil2 si ground staff. Perasaan campur aduk. Duuuh...jangan2 pihak Garuda mencium aroma kebohongan ini. Dengan masih perasaan campur aduk itu, si Abi menemui pihak Garuda, dan sayapun pasrah. Setelah beberapa saat Abi kembali dan ternyata...karena pemegang tiket adalah "pegawai" perusahaan kelompok Garuda, maka kelas kamipun dinaikkan ke business class...hehehe.

Saya juga pernah membeli tiket dari calo. Ya maklumlah, karena buru2 mau tak mau pake calo juga. Dan selama penerbangan, yang ada deg2an melulu. Bagaimana tidak, lha kalo terjadi sesuatu hal. Saya rugi berat karena tidak dapat klaim asuransi dan si nama yang tertera dalam tiket saya jamin keluarganya bisa histeris...hehehe.

Baru2 ini saya harus membayar rekening air. Saya yakin pasti yang tertera dinama rekening adalah nama adik ipar saya (yang rumahnya saya tempati saat ini) makanya saya tidak perlu baca rekening itu. Dengan pede saya masukkan rekening lama ke loket pembayaran. Untung saat itu tidak banyak orang yang mengantri. Saya hitung ya ada sekitar 5 orang. Dan saya adalah urutan kedua. Tapi hingga urutan terakhir, kok nama si adik ipar tidak dipanggil2 ya? Akhirnya saya datangi loket pembayaran dan saya tanyakan. Si mbak diloket bilang, tidak ada nama yang saya sebut, yang ada nama si X dengan alamat rumah yang saya tempati sekarang. Oalaaah, ternyata rekeningnya menggunakan nama rekan bisnisnya...

Hmm...pernah punya pengalaman yang mirip?

Comments

Bril said…
hihihi seru banget kalau di upgrade ke kelas bisnis gitu. Mau! :D
jojo said…
hahahahaha... biar deg-degan kan yang penting irit... tapi kayaknya sekarang ga bisa lagi ya Mbak Han soalnya GA lumayan ketat selalu minta ID yang harus ada fotonya....

Jadi inget dulu juga aku sempat pake nama orang lain naek garuda, sampe dibekeli ktp dia segala, untung wajah orang itu mirip aku jadi pas ada id check aku bisa lolos.....
Meidy said…
lumayan yaa... bisa duduk dan tidur2 nyaman di kelas bisnis.. :)

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?