Tidur

Tidur a la anak pesantren

Baru saja saya lihat Abang dan Idris lari dan main-main ke ruangan depan. Tak lama kemudian, Idris mendekati saya.

Saya: "Lho...Abang mana dris"
Idris: "Bobo"



Khansa dan Tsaqif baru saja liburan tengah semester dan mereka habiskan di Lombok. Dulu, ketika mereka liburan untuk pertama kalinya, saya sempat dibuat kesal. Masa liburan, dihabiskan dengan tidur. Habis sholat subuh tidur, selesai sholat dzuhur tidur...pokoknya porsi tidur mereka lumayan banyak.

Tetapi akhirnya saya mengerti mengapa mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Saya maklum dengan jadwalnya di pesantren. Dimulai dengan bangun tahajud, olahraga, sarapan, belajar pagi, makan siang, belajar siang, break sore, belajar malam hingga jam 10. Wajar jika banyak anak-anak yang ketiduran saat jam belajar. Jumlah tidur yang minim, dilampiaskan ketika mereka libur. Tahun kedua mereka di pesantren, adaptasinya sudah lumayan bagus. Saat liburan, jadwal tidur puas-puas tetap ada tapi diimbangi dengan kegiatan lain.

Tidur a la Idris

Ketika menjemput Kakak dan Abang, kita puas2in ngubek2 Gramedia di Surabaya. Maklum, di Mataram, walaupun ada beberapa toko buku yang mulai bagus koleksinya, tapi tetap Gramedia jadi salah satu pilihan utama kalau keluar Mataram.

Idris punya koleksi buku Mizan lumayan banyak. Jadi saya tinggal beli untuk melengkapi buku yang ada. Dan saat itu saya maen comot, karena tahu buku itu belum ada dirumah.

Idris lagi senang2nya dibacakan buku, termasuk buka yang baru saja saya beli. Ceritanya mengenai seorang anak yang asyik main hingga ketiduran dilantai. Kemudian sang ibu mengangkat si anak untuk dipindahkan ketempat tidur. Cerita ini ternyata dihafal betul oleh Idris.

Suatu saat, Kakak melihat Idris yang sedang asyik main dan mulai mengantuk hingga mau tidur dilantai.

Kakak: "Idris, ayo pindah ketempat tidur. Jangan bobo dilantai"
Idris: "Idris mo bobo ni" (maksudnya tidur dilantai)
Kakak: "Kenapa"
Idris: "Nti mbu angkat dis mpat bobo" (maksudnya nanti ibu angkat idris ketempat tidur)

Hmm...persis seperti cerita dibuku yang baru saya beli.

Comments

novi said…
halo mbak, liburannya panjang juga ya? saya menanti-nanti cerita berikutnya loh :-).

Idris tidurnya nampak nyenyak sekali walaupun di lantai yang keras. jadi inget salah satu episode Upin&Ipin yg tertidur setelah membaca buku saat puasa.
eka said…
Hihi, Idris lucu...
Nurani said…
jadi pengen tidur juga hehe...* soalnya enak banget liatnya
Rina Rinso said…
assalamualaikum dah lama gak mampir nih mbak.
rupanya tidur ala anak-anak lucu-lucu ya
fifie said…
wah, idris tidurnya enak banget. kalo ke surabaya, mendingan ke toga mas, toko buku diskon. lumayan lho, diskon 10-20 %. kami sekeluarga suka kalap kalo udah masuk toga mas.

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?