Apa kabar?


Koru
Koru atau tunas pakis yang masih melingkar dan memiliki arti bagi orang Maori sebagai simbol dari kehidupan baru, pertumbuhan, kekuatan dan kedamaian. Itulah spirit yang kami bawa kembali ke tanah air.

Studi
Alhamdulillah, saya telah menyelesaikan program master saya sesuai dengan waktu yang direncanakan. Ini merupakan kado untuk Idris diulang tahunnya yang pertama karena saya selesai tepat saat Idris menginjak usia satu tahun. Saya jadi ingat ketika beberapa orang menyangsikan kemampuan saya mengatur waktu antara riset dan keluarga terutama ketika ada seorang bayi hadir tepat disaat saya memulai program master. Toh saya sudah membuktikan komitmen saya. Dan ketika sang penasehat akademik menawarkan perpanjangan waktu karena saya masih memiliki cukup waktu hingga kontrak studi saya selesai, saran itu ditolak oleh pembimbing saya. Kamu bisa tepat waktu kok, jawabnya mantap. Tapi dengan konsekuensi, saya harus meninggalkan New Zealand paling lambat 2 minggu setelah saya menyerahkan tesis saya.



Hmm…berarti acara jalan2 sangat terbatas. Daftar panjang tempat2 menarik di Pulau Utara New Zealand saya rampingkan, yang penting bisa mengunjungi beberapa teman dan Wellington.

Lombok
Kita sekeluarga sudah hampir dua bulan ditanah air, tepatnya balik ke Lombok. Lombok sudah banyak berubah. Ketika saya ke Lombok bulan Desember lalu, saya sudah diberi banyak kejutan. Terutama lalulintasnya yang semakin ruwet dengan motor yang jumlahnya semakin banyak. Dan sekarang masih banyak kejutan2 lainnya. Masih soal lalulintas, satu bulan pertama saya sama sekali tidak berani mengendarai motor, apalagi mobil (lha, wong saya ga bisa nyupir kok…hehehe). Ah! Kesal adalah ekspresi yang tidak pernah absen setiap kali saya mengendarai motor.

Rumah
Hmm…ini hal lain yang membuat saya uring2an. Selama dua tahun, rumah kita kontrakkan kepada seorang kawan. Kita sudah tau konsekuensi rumah yang dikontrakkan. Tapi bagaimana si kawan memberlakukan rumah kita dengan seenak udelnya…wah! Cari perkara namanya. Dari kebohongan si pengontrak yang memindahkan barang2 tanpa seijin kita (mengakunya sudah minta ijin) yang menyebabkan buku2 kita yang sudah dipak rapi harus berselimutkan debu selama setahun terakhir. Itu baru satu, masih panjang daftar dosa yang dibuatnya dirumah saya. Untung si Abi cukup bersabar meladeni omelan2 saya terhadap si kawan itu. Hey, ini Lombok sayang! Bukan New Zealand dimana si landlord atau landlady dilindungi hak kepemilikannya. Toh akhirnya rumah bisa kami tempati kembali tanpa proses renovasi, walaupun mimpi saya ingin menempati rumah yang sudah kinclong sebelum memasuki bulan Ramadhan. Ternyata saya harus menerima apa adanya.


Pekerjaan

Saya masih jalan ditempat. Untuk sementara, pilot project yang direncanakan masih tersimpan dalam bentuk file dilaptop saya. Sebuah project idealis untuk menjawab hasil riset saya, bagaimana anak2 sekolah dasar yang tinggal didaerah pesisir mengerti tentang lingkungan pesisirnya dan bagaimana konsep mereka tentang keberlanjutan. Hasilnya adalah desain kurikulum muatan lokal yang bisa dikembangkan untuk anak2 sekolah dasar yang tinggal didaerah pesisir.

Anak-anak
Karena Khansa dan Tsaqif InshaAllah akan masuk pesantren, jadi saya yang menemani mereka belajar materi ujian masuk. Tidak semua, karena urusan menulis Arab ada teman yang lebih kompeten ;-)


Sedangkan Azka dan Miska, saya dan Abi sudah sepakat untuk menjalankan homeschooling. Kenapa homeschooling? Saya masih yakin bahwa pendidikan dasar anak adalah dari rumah. Selama kami masih bisa menjadi fasilitator buat mereka, kenapa tidak. Toh kita fleksibel karena kita bukan orangtua yang super duper bisa dalam segala hal. Banyak yang kangen sama Idris. Dia sibuk jumping dan main air tentunya ;)





Makan yuuuk!
Well, selamat menikmati hidangan buka puasa

Comments

--ambar-- said…
welcome home Hani. suatu saat pengen kembali ke Lombok. Ohya kenalkah Abi/Hani dengan Pak Surya?
Anonymous said…
mbak hani... akhirnya aku disuguhi yang laen, setelah berbulan2 disuguhi si lapis surabaya, hehehe..

yuana
putri said…
Udah balik ke Lombok ya? Ayo mbak.. ditunggu partisipasinya di Bandung ya. Oh ya.., kalau bisa saya dikasih alamatnya di Lombok, ntar leaflet seminarnya saya kirimkan deh.

Met menikmati kehidupan di tanah air lagi... ;)
funeno said…
alhamdulillah. horeee....mbak hon is back!!
welcomeback home, mbak. welcomeback blog too hehe..
ayo mbak sini, nanti kita kongkow di es teller77 di samping rmit.
saya gak di rmit, tapi di monumen nasional ;p
Nina said…
OMG !!! itu Ikan bakar ?? hhmmm sluurp !!!
SyL said…
bu hani...
senang baca update nya.
ternyata sudah di lombok lagi.
i am going to be on the move again soon. will keep update. semoga satu hari bisa ketemuan lagi ya. salam untuk abi dan anak2.
mieske said…
Welcome Home Hani....sdh di Lombok ya hehehehe, ayo kapan main kesini?
Aduh makanannya ituloh bu bikin ngelir aja.....
Ok ya Han, salam utk anak2mu dan suami.
Anonymous said…
Haniiiiiii, sudah di Indonesia ya. Yaaa, home sweet home ... selamat memulai hidup baru !!

Salam, Anky
Anonymous said…
welcome back, Hani! Salut banget dengar kabar ini. Salut untuk semua: untuk studi, untuk keluarga, dan untuk projectnya. Seneng banget ya, berangkat berenam, pulang bertujuh.

--durin--
oot: murwinati at yahoo.com. thx sebelumnya yah!
Lili said…
Ummi Hani, tau gak akyu tuh pengagum beratzzzz Ummi...beneran.

Dengan segala kerepotannya, semua bisa tertangani...benar2 SuperMom.

Gak sempat jalan2 ke Selatan NZ?

Alhamdulillaah sudah kembali ke tanah air dan utk semua yg sudah di raih..Barakallaahu fikum.

Satu lagi, kok sama yaa, nanti FAwwaz and Syafiq juga calon pesantren. Tapi mungkin nanti SMP, dan Insya Allah di solo, Pesantren Al-BUkhari.

Banyak yg menentang Ummi agar anak tidak dimasukin ke pesantren, tapi apa lagi yg di cari yaaa... kayaknya ilmu agama itu kewajiban dan tanggung jawab Ummi kepada Allah, Insya Allah. Dengan membaca reaksi Ummi Hanni untuk anak2, Ummi jadi tambah sreg memasukan anak2 ke pesantren, Insya Allah
Since-Yen said…
Sapa kawan yg ngaduk-ngaduk rumahmu say? Emang gimana saat perjanjian awalnya?. Paling sebel emang kalo rumah kita diaduk-aduk.
But, anyhow, welcome home, say :)
agusset said…
selamat kembali ke tanah air ibu hani...
mediana said…
itu plencing kangkung ya mb? waaahh enak tuh.. selamat datang di indonesia mb :)
Anonymous said…
akhirnya ada apdetan juga . .pertama2 selamat ya hanih udah jadi master niiy .. tinggal mengamalkan ilmunya ya .. ikut prihatin denger rumahnya nggak dirawat .. huhu pasti gemes ya .. makanya aku males nyewain rumah di jkt ya itu .. sayang ..

tapi coba endingnya itu kok ya gak syopan ... bikin laper sajaahhH!! jadi ke tonspil kah th depan??

-ika-
alaya said…
congrats udah lulus & udah balik ke lombok lagi. pantes udah lama ga kedengeran.
Fun said…
wuaaahh dah lama banget ga ngepost... :)
dah balik indo ya? welcome back... :)
linda said…
selamat ya mbak utk kelulusannya *bighugs*
welcome home mbak, kapan ya bisa ketemuan di Lombok ;)
Anonymous said…
welcome back!!!

mbak, i'm very proud of you. Makin menebalkan semangat de untuk sekolah lagi.

Nyari gratisan juga kek nya enak yah
Anonymous said…
Assalamu'alaikum mbak, Selamat atas kelulusannya, selamat datang lagi di Indonesia dengan segala kekuranngan dan kelebihannya, dan juga selamat hari raya idul fitri 1429 H taqaballahuminna waminkum, mohon maaf lahir dan bathin..

Klo boleh nanya, Pembangkit listrik yg dominan di new zealand apakah benar geothermal??? Klo boleh minta saran dan informasi untuk mendapatkan scholarship ke sana mencarinya kemana dan biasanya selain syarat akademik ada syarat yang lain?? Soalnya untuk scholarship ke new zealand saya jarang sekali nemuinnya..
Terima kasih banyak.
Wassalamu'alaikum
irma said…
assalamualaikum. di lombok mbak? saya jg di lombok. aslinya sih jawa, disini ikut swami kerja. kpn2 mampir mbak

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?