Thursday, June 30, 2005

Postcard from West Africa, Liburan, Renang Lintas Selat dan Bocoran...

Postcard from West Africa

postcard

Dear Luigi,

Terima kasih ya untuk postcard dan uangnya (iseng amat ya kirim2 uang...hehehe). Untung itu uang selamat sampai ditangan. Biasalah kalau surat luar negeri via pos suka ada yang usil. Sudah banyak kejadian khan. Tapi mungkin juga isi amplopnya sudah diusilin ama oknum pak pos tapi mungkin dia bingung nemu uang Ghana, maksudnya bingung mau nukernya dimana...hehehe.


Liburan

Hari Sabtu anak2 sekolah terima raport dan berarti liburan dimulai. Dengan berat hati dan rada sedih, saya dan Abinya tidak bisa membawa anak2 ke Yogya, Surabaya tapi berharap masih bisa ke Bali. Abi mulai awal bulan Juli harus mengantar rombongan untuk ecotour di seputaran Lombok hingga akhir Juli (karena ada 2 rombongan, satu dari Amerika dan satu lagi dari Jepang).

Anak2 akan banyak menghabiskan waktu dirumah. Khansa pengen nyusun jigsaw puzzle yang 1000 keping, Tsaqif pengen ganti cat kamarnya dan dia ingin mengerjakannya dibantu tukang. Ibu dan Abi bersyukur karena kalian tidak menuntut dan bersabar dengan kondisi yang ada. Insya Allah akan membalasnya ya Nak :)

Hmm...snorkeling, canoeing, nanem pohon bakau dan main pasir tetap jalan dong ;)

Renang Lintas Selat Alas

Selat Alas adalah selat antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Panjangnya sekitar 29 mil laut.

Tahun 1985, untuk pertama kalinya sekelompok perenang yang terkabung dalam sebuah klub selam di Lombok berenang melintasi Selat Alas (dari Sumbawa ke Lombok). Waktu yang ditempuh saat itu hampir 7 jam lebih. Ssttt...si Abi salah satu perenangnya lho ;)

Tahun 1995, untuk kedua kalinya renang lintas Selat Alas diadakan. Lebih seru karena ada peserta perempuannya dari klub, tapi itu bukan saya kok, karena saya baru melahirkan Khansa. Waktu yang ditempuh lebih pendek, hanya sekitar 4 jam. Rekor khan...

Tahun 2005, renang lintas Selat Alas akan diadakan lagi bulan September. Training perenang akan dimulai awal bulan Juli. Trainingnya berupa renang di kolam dan laut dan gym. Saya tertarik untuk ikutan. Ssttt...tapi bukan ikutan renang lintas selatnya, tapi ikutan trainingnya. Maklumlah saya kadang suka malas untuk exercise sendiri, kalau ramai2 khan jadi semangat...hehehe

Untuk tahun 2005 ini, seorang ekspatriat akan mendanai kegiatan secara penuh. Terus terang pertama kali komentar kita adalah gila dan nekat...hahaha. Tapi kalau mau lihat latar-belakangnya, yah kita hanya bisa berdecak2 bingung...hehehe. Dia adalah pemilik villa yang dijadikan resort kecil, bernama Qunci Villa. Ketika si pemilih villa ini berulang tahun, sang diva musik Indonesia, Kridayanti, menyanyi di acara ulang tahunnya dan menurut kasak-kusuk, biaya pestanya saja hampir satu milyar...hmm, jumlah sebesar itu bisa bikin gemuk anak2 Lombok yang kena busung lapar atau gizi parah khan....


Bocoran...

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada teman2 yang mendo'akan saya ketika saya mengikuti wawancara dan tes untuk beasiswa pemerintah Selandia Baru. Termasuk perhatiannya selama masa menunggu pengumuman.

Sebenarnya ketika selesai wawancara saya sudah dapat bocorannya...hehehe. Saya dan keempat teman dari Lombok lolos tahap wawancara. Walaupun nilai untuk wawancara merupakan nilai tertinggi tapi masih ada nilai2 lain yang diperhitungkan. Setelah tes IELTS, saya dapat bocoran lagi kalau nilai saya cukup untuk syarat.

Walaupun sudah dapat bocoran seperti itu, saya tidak berani untuk share ke teman2 karena belum ada pengumuman resmi. Kemudian ketika teman saya yang berangkat dulu ke Selandia baru memberi bocoran lagi ketika dia di Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta bahwa saya lulus, saya tetap menyimpannya dulu dengan rapi.

Dua minggu lalu, pihak NZAID (yang memberi beasiswa) di Kedutaan menelpon dan saya dinyatakan lulus, hmm...sepertinya saatnya saya ingin share dengan teman2.

Tapi sebenarnya ini belum final, karena saya masih menunggu penempatan. Sistem beasiswa di Selandia Baru sedikit berbeda dengan negara2 pemberi beasiswa lainnya. Karena walaupun kita memberi list universitas mana yang ingin kita pilih, keputusan tetap dipihak NZAID di Wellington. Saya memilih University of Waikato di Hamilton, 90 menit dari Auckland dan Massey University di Wellington.

Dimanapun saya ditempatkan, saya rasa itulah yang terbaik untuk saya. Rasanya saya patut berterimakasih kepada NZAID yang telah memberi saya kepercayaan untuk menempuh studi di Selandia Baru.

Saturday, June 25, 2005

Gossip

Hari Senin
Saya minta tolong Mis (yang membantu saya di rumah) untuk minta beberapa buah mangga madu di rumahnya papuq (sebutan untuk orang tua dalam bahasa Sasak). Saat2 sekarang jarang ada pohon mangga madu yang sedang berbuah. Duh, gimana nggak ngiler melihat mangga madu yang mengkal bergelantungan dengan indahnya di pohon.

Hari Selasa
Saya dapat kiriman terasi empang (empang adalah nama daerah di Sumbawa yang terkenal sebagai penghasil terasi yang enak). Kemudian Mis nawarin untuk buat rujak. Lagi2 dengan memakai nama saya, Mis minta mangga di papuq

Hari Rabu
Saya ngajak Mis untuk buat rujak serut. Berhubung tidak enak untuk minta mangga lagi, saya bilang bilang Mis untuk beli saja mangganya papuq.

Pulang dari rumah papuq, Mis cerita kalau papuq nanya apakah saya lagi hamil dan sekarang2 ini lagi ngidam. Dan sayapun hanya tersenyum sambil berkata tidak.

Hari Kamis
Seorang tetangga menelpon saya. Dengan hebohnya si ibu ini mendapat "gossip" dari papuq kalau saya lagi hamil. Dan sayapun menjawab tidak. Dan si ibu tetap berseloroh mengungkapkan fakta2 (duuuh...persis wartawan infotainment) bahwa saya tiap hari minta mangga madu mengkal di rumahnya papuq). Kemudian dengan ringan saya jawab (persis juga kaya' artis2 menangkal berita gossip)...
"Bener bu, saya tidak hamil. Lha wong sekarang ini saya lagi mens kok..."
dan si ibupun berkomentar...
"Oooo..."

Thursday, June 16, 2005

Ngeblog

Setahun lalu atas bantuan Google saya menemukan blognya Neenoy. Ketika itupun yang saya cari bukan segala hal tentang blog, tapi tentang Sekolah Alam. Gaya tulisan Neenoy membuat saya jadi pembaca tetap blognya. Setelah itu tidak hanya blognya Neenoy yang diintip, blog2 lainpun mulai saya intip pula. Berkat urusan intip-mengintip ini pula saya menemukan blognya Keluarga Cemara di Mandalay, dan gaya tulisan serta cerita tentang Mandalay membuat sayapun menjadi pembaca tetap blognya Ibu SyL.

Setelah beberapa artikel di koran dan majalah membahas tentang blog, sayapun mulai tertarik untuk punya blog sendiri. Dan sayapun memutuskan untuk memakai fasilitas gratis dari Blogger. Kemudian saya bergabung dengan komunitas BlogFam.

Satu per satu link saya mulai panjang dengan nama2 blogger. Dan sayapun semakin rajin blogwalking. Semakin sering saya blogwalking berarti semakin bengkak rekening telpon saya...ha...ha...ha... Tapi bukankah tidak ada perbuatan yang tanpa resiko...hehehe

Setahun ngeblog, banyak hal saya dapatkan. Teman baru dan pengalaman baru memperkaya cakrawala berpikir saya. Bertemu dan mengenal blogger lain merupakan pengalaman yang menarik buat saya. Walaupun blogger yang pernah bertemu dengan saya dapat dihitung dengan jari, tapi itupun sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan buat saya.

Setelah setahun ngeblog, intensitas saya ngeblog tidak seheboh dulu. Bukan berarti saya malas atau karena rekening telpon saya yang suka bengkak. Untuk sementara ada beberapa pekerjaan membuat urusan ngeblog turun peringkatnya dibandingkan urusan lain. So, buat temen2 yang sudah berkunjung keblog saya, saya minta ma'af kalau kadang saya harus menunda agak lama untuk berkunjung keblog temen2.

Sekali ngeblog, tetap ngeblog deh...

Thanks buat Uyet atas layoutnya yang ciamik ;)

Thursday, June 09, 2005

A Forest of Fables

A daughter is a gift whose worth cannot be measured...
...except by the heart

Happy B'day for my lovely daughter, Khansa.
She is 10 years old now


Saya : "Kakak ulang tahun pengen hadiah apa?"
Khansa : " Buku, A Forest of Fables"

A Forest of Fables adalah sebuah buku karya murid2 kelas 5 Sekolah Dasar Mentari, berisi 17 cerita pendek tentang satwa2 di hutan. Buku ini didedikasikan untuk untuk teman, sahabat, saudara, dan keluarga korban bencana alam tsunami di Aceh, jadi semua hasil penjualan buku ini akan disumbangkan untuk korban tsunami di Aceh. Sungguh mulia hati mereka.

Hmm...rasanya si kakak harus menunda untuk beberapa lama sebelum dapat memiliki buku A Forest of Fables. Sabar ya Kak, nanti kita cari di Jogja, Surabaya atau Bali saat liburan nanti ;)