Thursday, May 26, 2005

Prihatin

Pekan lalu saya asyik nemenin abi yang lagi ngajar selam. Kebetulan muridnya adalah orang dari Departemen Kelautan dan Perikanan yang pernah mengajarkan saya cara transplantasi karang. Saya senang berdiskusi dengan beliau karena orangnya asyik :) Akhir pekannya saya kedatangan teman yang tulisannya membuat saya terkagum-kagum, Atta. Karena tujuannya sama, akhirnya Atta saya ikutkan kedalam rombongan dan kami berakhir pekan di Lombok Timur.

Hari Senin, dengan kondisi sakit gigi karena kabanyakan ngemil cumi2...hehehe, saya harus ke warnet karena komputer belum sempat diambil setelah diperbaiki. Saya sempat chatting dengan Abhi yang menyatakan prihatin dengan kondisi busung lapar di NTB. Haaa...busung lapar? Karena hampir pekan lalu saya tidak nonton tv jadi hampir tidak tahu berita aktual. Karena hari Selasanya saya harus kelapangan, baru kemarin saya seharian nonton berita di tv dan rasa prihatin itu muncul ketika melihat berita2 tentang busung lapar di Pulau Lombok.

Pulau dengan segala keindahannya ini menyimpan kondisi yang membuat prihatin semua orang. Pulau yang selama ini selalu diberitakan dimedia cetak maupun tv karena memiliki potensi alam yang luar biasa tetap menjadi berita dimedia tapi kini potensi lain yang banyak dibicarakan, potensi yang mengancam kelangsungan hidup anak2 yang hidup didalam keluarga yang memiliki taraf hidup dan pendidikan yang rendah di pulau ini.

Sudah banyak anak2 menemui ajalnya dengan kondisi busung lapar. Kondisi pulau yang dikatakan surplus pangan ini tidak menjamin anak2 mendapat makanan yang layak. Apa yang diharapkan dengan anak2 yang hingga hampir umur setahun hanya diberikan bubur nasi saja?

Dan ternyata propinsi ini menduduki ranking 5 besar dari bawah dari segi pendapatan maupun taraf pendidikan. Ah, rasanya saya tambah prihatin...

Monday, May 16, 2005

Honey

Nama saya adalah singkatan dari nama kedua orangtua saya. Dan saya suka nama itu. Dan sepertinya jarang ya orangtua memberi nama Hani kepada anaknya, duh jadi kesannya ekslusif gitu...hehehe

Ketika saya kecil, saya tinggal dilingkungan multinasional. Tetangga depan dan belakang saya adalah orang asing. Dari mereka saya mengenal kata2 dalam bahasa Inggris. Dan dari mereka pula saya tahu kalau ada "Hani" lain yang memiliki tulisan dan arti sendiri dalam bahasa Inggris.

Dan ketika saya memiliki tetangga baru, orang asing juga, ayahnya orang Amerika (saya masih inget, mukanya mirip Ben Affleck lho) dan ibunya seorang wanita Vietnam yang mirip wanita2 Vietnam yang ikut ajang2 Miss2 itu. Bisa dibayangkan khan anak2nya memiliki muka2 perpaduan Amerika dan Vietnam. Anak2nya laki2 semua, yang besar namanya Tom dan yang kecil namanya Don.

Saya berteman baik dengan Don, mungkin karena kami seumur. Kalau dia memanggil nama saya, duuuh rasanya suka ge-er deh...hehehe. Don juga yang mengajari saya lagu Sugar Sugar. Masih inget khan sebuah lagu yang cukup populer tahun '70an yang liriknya seperti ini...

Sugar, ahh,
Honey, honey,
You are my candy girl,
And you got me wanting you...


Hingga sekarang, ketika saya berkenalan dengan orang asing, mereka kadang suka terkejut dengan nama saya. Tapi setelah saya jelaskan sejarah nama saya, mereka akan berkata "you have a nice name"

Ada beberapa teman2 laki2 saya yang hingga sekarang masih memanggil atau menuliskan honey untuk saya. Saya tahu mereka tidak memiliki maksud apa2 karena mereka adalah teman2 baik saya dan sebagai teman baik sudah sepantasnya sayang dong dengan teman2nya.

Beberapa minggu ini, saya harus ke warnet untuk online karena komputer rumah harus diganti hard-disknya. Saya punya warnet favorit. Walaupun sedikit lebih mahal dibandingkan warnet2 lainnya, tapi aksesnya bagus dan tempatnya nyaman. Wajar kalau warnet ini selalu penuh dan sering jadi tempat favorit pula bagi orang asing.

Suatu hari, ketika saya hendak membayar bill dikasir, seorang ibu memanggil nama saya. Sayapun menoleh dan sedikit heran, siapa ya pikir saya karena saya merasa tidak kenal dengan si ibu itu. Saya hampiri beliau dan bertanya apakah si ibu memanggil saya. Diapun bingung, lalu tersenyum dan menerangkan bahwa dia tidak memanggil saya tapi memanggil suaminya yang lagi didepan komputer. Saya lirik suami si ibu dibalik bilik...oalaaah suaminya orang asing, rupanya.

Dan sayapun hanya bisa tersenyum dan bergumam dalam hati...
"duuuh ge-er, ge-er deh..."

Thursday, May 12, 2005

Gender

Setiap kali saya berkunjung atau bertamu ke daerah2 di pulau Lombok, ketika disajikan minuman oleh tuan rumah, saya akan selalu mendapat jatah teh dan laki2 selalu mendapat jatah kopi.

Ah, padahal saya khan sekali2 ingin minum kopi Lombok :(

Friday, May 06, 2005

Wawancara

Saya termasuk orang yang hanya sedikit memiliki pengalaman wawancara. Hmm...rasanya bisa dihitung dengan jari. Pengalaman wawancara saya kebanyakan ketika saya duduk dibangku kuliah. Maklumlah saya termasuk mahasiswa yang tidak mau diam di kampus...hehehe. Banyak kegiatan yang mengharuskan saya mengikuti wawancara dulu sebelum bisa ikut bergabung.

Ketika memasuki dunia kerja, saya tidak mengalami wawancara segala. Maklum saya bekerja di LSM lokal, yang dalam akte pendiriannya, nama saya termasuk dalam badan pendirinya...hehehe.

Dan ketika saya dinyatakan lulus seleksi beasiswa dari pemerintah Selandia Baru, saya diharuskan untuk mengikuti wawancara dan IELTS test di Surabaya. Setelah kurun waktu lebih dari satu dekade, saya dihadapkan lagi dengan yang namanya wawancara.

Mulailah saya bertanya-tanya kepada teman2 yang sudah lulus beasiswa ini sebelumnya. Mereka bilang pada dasarnya harus yakin dengan bidang studi yang diambil dan apa yang akan dilakukan setelah studi nanti. Pada dasarnya itu saja kok, cerita Doel yang sedang mengambil program Doktor di Selandia Baru. Saya hanya bengong ketika membaca imelnya si Doel, haaa...hanya itu saja? Sebelum berangkat ke Surabaya, sayapun sempat dapat wejangan dari temennya Abi yang juga lulusan sebuah universitas di Selandia Baru. Dengan bekal wejangan2 yang cukup banyak, sayapun siap untuk wawancara.

Ketika menerima jadwal wawancara, saya diurutan nomer 2. Wah berarti tidak ada waktu untuk bertanya-tanya kepada kandidat lain. Waktu wawancara untuk yang mengambil program Masters adalah 30 menit plus 10 menit.

Saat briefing, kami sempat bertemu dengan salah satu orang yang akan mewawancarai kami, dia adalah orang dari kedutaan. Ketika bertemu, menurut penilaian saya, orangnya cukup baik. Kemudian dijelaskan bahwa selain orang kedutaan, ada seorang doktor dari IPB yang merupakan alumni universitas di Selandia Baru yang akan mewawancarai kami. Wah...doktor, orang IPB dan bermarga batak pula. Langsung bayangan saya pasti orangnya tegas dan membayangkan para pengacara2 yang bermarga batak (lho kok kesana ya bayangannya...) Maklum ketika briefing, kami tidak bertemu dengan bapak yang dari IPB itu.

Pagi hari sebelum wawancara, ini jantung kok berdetak kencang, belum lagi perasaan yang mulai kacau. Rasanya semua bekal wejangan tidak cukup untuk mengurangi perasaan saya yang tidak karuan. But the show must go on khan...

Saat kandidat pertama keluar ruangan, wah komentarnya menambah tidak karuan perasaan saya. Ketika nama saya dipanggil, dengan langkah diiringi do'a, saya masuk ruangan.
Ketika melihat si bapak yang dari IPB itu, kemudian bersalaman dan beliau mulai mengenalkan diri....waaah kok jauh dari bayangan saya. Bicaranya sangat halus seperti orang Jawa. Dan sayapun mulai merasa comfort. Saat wawancara berlangsung, selain bertanya, yang mewawancarai saya juga bercerita pengalaman mereka. Wah jadi senyum2 sendiri ketika mereka bercerita...ini wawancara atau bukan ya...hehehe.

Ketika keluar ruangan, senyum sayapun mengembang dipipi. Dan berucap syukur dalam hati bahwa wawancaranya sukses.

Dan ketika seorang kandidat dari Kupang ditanya perasaannya setelah wawancara, dengan ringan dia menjawab...

"wah, kalau wawancaranya seperti itu, saya mau lagi deh diwawancara..."

Monday, May 02, 2005

Welcome home Mom!

Sebuah pita berbahan kertas krep berwarna merah hati, bertuliskan Welcome home Mom. We miss you so much!!! menempel di depan pintu rumah.

Rasanya hilang semua kekesalan selama 4 jam perjalanan dengan feri Padang Bai-Lembar. Duduk dibangku berbahan kayu, menikmati udara sore dan sinar matahari menjelang senja diatas feri harus terhapuskan oleh tingkah penumpang lain. Asap rokok, wajarlah...khan tidak mungkin merokok didalam ruangan. Tapi meludah kanan-kiri yang membuat saya kesal. Ugh!

Seminggu hanya berbicara ditelpon, membuat rasa kangen ini menumpuk. Bisa dibayangkan khan 4 anak ingin saling duluan menceritakan segala sesuatu yang luput dari perhatian saya selama seminggu. Tapi si kecil Miska tidak terlalu semangat seperti kakak2nya. Ah, badannya deman. Si Abi cerita, karena udara panas, dia sering minum jus yang dingin.

Dan sepertinya keinginan saya untuk blogwalking harus saya tunda dulu. Terima kasih atas perhatian dan do'a teman2 untuk saya. Hasil seleksi interview dan IELTS testnya baru akan diumumkan tanggal 15 Mei nanti. Ma'af kalau saya belum bisa keblog teman2, mungkin 2 atau 3 hari setelah Miska sembuh. Miss you all!!!