Nyetir

Seorang teman baik di Jepang menyarankan saya untuk membuat SIM Internasional
ketika mengetahui saya akan sekolah di Selandia Baru. Saya hanya tersenyum karena jangankan SIM Internasional, SIM keluaran Kepolisian negeri inipun saya tidak punya.

Saya termasuk orang yang punya kemampuan menyetir mobil yang terbatas. Saya termasuk
spesialis jalan2 dengan lebar untuk 2 atau 3 mobil dan jalan2 sepi...hahaha. Saya termasuk orang yang lebih nyaman duduk manis disamping Abi, rasanya tidak perlu repot dengan urusan kopling, injak gas, rem dan segalanya. Mungkin karena alasan2 itu, sampai sekarang saya tidak pernah serius untuk belajar menyetir mobil dengan baik dan benar.

Sebenarnya saya punya niat untuk belajar menyetir mobil dari duluuu...
Beberapa tahun lalu ketika saya dan Khansa (adik2nya Khansa belum lahir) menghabiskan waktu puasa dan lebaran di Palembang, saya ikutan try-out untuk belajar menyetir di sebuah tempat kursus menyetir mobil. Karena tertarik, akhirnya saya mendaftarkan diri dan akan mulai kursus keesokan harinya. Hari pertama kursus, saya tidak bisa bangun dari tempat tidur. Badan ini rasanya lemas dan susah sekali bergerak. Sayapun bertanya-tanya, ada apa dengan saya? Saat itu saya memang sudah telat menstruasi. Ketika cek ke dokter kandungan malam harinya, ternyata saya positif hamil. Melihat kondisi saya, si dokter menyarankan saya untuk beristirahat dan rencana kursus mobilpun batal.

Ketika teman2 membuat SIM A ramai2 karena biayanya murah, sayapun ikutan. Persoalan bisa menyetir apa tidak, itu urusan belakangan. Yang penting punya SIM dulu. Hingga masa berlaku SIM itu berakhir, kemampuan saya menyetir tidak mengalami perkembangan yang berarti. Saya masih tetap spesialis di jalan2 lebar dan sepi...hehehe

Ketika mobil kami berganti dengan Landrover keluaran tahun 1979, keinginan untuk belajar menyetir semakin jauh. Sebenarnya saya termasuk penggemar mobil kebanggaan orang Inggris ini, tapi untuk bisa menyetir seri landy keluaran lama...duh, ndak janji deh.

Kesadaran untuk bisa menyetir dengan baik dan benar timbul ketika tiba musim liburan sekolah anak2 kali ini. Ketika saya harus dihadapkan bahwa liburan kali ini tidak seperti liburan sekolah sebelumnya, ketika Abi harus keliling Lombok bersama grup dari Amerika, ketika orang2 di kantor dan klub sibuk dengan urusan renang lintas selat...tidak ada orang yang bisa diandalkan untuk membawa anak2 ke tempat2 liburan langganan yang paling nyaman ditempuh dengan kendaraan pribadi.

Ah...seandainya saya bisa menyetir dari dulu2, anak2 bisa mengandalkan saya untuk membawa mereka ketempat2 liburan langganan dan teman2 saya di Jakarta, Bontang, Bali hingga Arizona sekalipun tidak perlu tertawa terpingkal-pingkal karena kali ini saya bisa dikontak dengan mudah...ssttt, biasanya saya khan untouchable kalo lagi liburan sekolah anak2...hehehe.

Comments

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?