Postcard from West Africa, Liburan, Renang Lintas Selat dan Bocoran...

Postcard from West Africa

postcard

Dear Luigi,

Terima kasih ya untuk postcard dan uangnya (iseng amat ya kirim2 uang...hehehe). Untung itu uang selamat sampai ditangan. Biasalah kalau surat luar negeri via pos suka ada yang usil. Sudah banyak kejadian khan. Tapi mungkin juga isi amplopnya sudah diusilin ama oknum pak pos tapi mungkin dia bingung nemu uang Ghana, maksudnya bingung mau nukernya dimana...hehehe.


Liburan

Hari Sabtu anak2 sekolah terima raport dan berarti liburan dimulai. Dengan berat hati dan rada sedih, saya dan Abinya tidak bisa membawa anak2 ke Yogya, Surabaya tapi berharap masih bisa ke Bali. Abi mulai awal bulan Juli harus mengantar rombongan untuk ecotour di seputaran Lombok hingga akhir Juli (karena ada 2 rombongan, satu dari Amerika dan satu lagi dari Jepang).

Anak2 akan banyak menghabiskan waktu dirumah. Khansa pengen nyusun jigsaw puzzle yang 1000 keping, Tsaqif pengen ganti cat kamarnya dan dia ingin mengerjakannya dibantu tukang. Ibu dan Abi bersyukur karena kalian tidak menuntut dan bersabar dengan kondisi yang ada. Insya Allah akan membalasnya ya Nak :)

Hmm...snorkeling, canoeing, nanem pohon bakau dan main pasir tetap jalan dong ;)

Renang Lintas Selat Alas

Selat Alas adalah selat antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Panjangnya sekitar 29 mil laut.

Tahun 1985, untuk pertama kalinya sekelompok perenang yang terkabung dalam sebuah klub selam di Lombok berenang melintasi Selat Alas (dari Sumbawa ke Lombok). Waktu yang ditempuh saat itu hampir 7 jam lebih. Ssttt...si Abi salah satu perenangnya lho ;)

Tahun 1995, untuk kedua kalinya renang lintas Selat Alas diadakan. Lebih seru karena ada peserta perempuannya dari klub, tapi itu bukan saya kok, karena saya baru melahirkan Khansa. Waktu yang ditempuh lebih pendek, hanya sekitar 4 jam. Rekor khan...

Tahun 2005, renang lintas Selat Alas akan diadakan lagi bulan September. Training perenang akan dimulai awal bulan Juli. Trainingnya berupa renang di kolam dan laut dan gym. Saya tertarik untuk ikutan. Ssttt...tapi bukan ikutan renang lintas selatnya, tapi ikutan trainingnya. Maklumlah saya kadang suka malas untuk exercise sendiri, kalau ramai2 khan jadi semangat...hehehe

Untuk tahun 2005 ini, seorang ekspatriat akan mendanai kegiatan secara penuh. Terus terang pertama kali komentar kita adalah gila dan nekat...hahaha. Tapi kalau mau lihat latar-belakangnya, yah kita hanya bisa berdecak2 bingung...hehehe. Dia adalah pemilik villa yang dijadikan resort kecil, bernama Qunci Villa. Ketika si pemilih villa ini berulang tahun, sang diva musik Indonesia, Kridayanti, menyanyi di acara ulang tahunnya dan menurut kasak-kusuk, biaya pestanya saja hampir satu milyar...hmm, jumlah sebesar itu bisa bikin gemuk anak2 Lombok yang kena busung lapar atau gizi parah khan....


Bocoran...

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada teman2 yang mendo'akan saya ketika saya mengikuti wawancara dan tes untuk beasiswa pemerintah Selandia Baru. Termasuk perhatiannya selama masa menunggu pengumuman.

Sebenarnya ketika selesai wawancara saya sudah dapat bocorannya...hehehe. Saya dan keempat teman dari Lombok lolos tahap wawancara. Walaupun nilai untuk wawancara merupakan nilai tertinggi tapi masih ada nilai2 lain yang diperhitungkan. Setelah tes IELTS, saya dapat bocoran lagi kalau nilai saya cukup untuk syarat.

Walaupun sudah dapat bocoran seperti itu, saya tidak berani untuk share ke teman2 karena belum ada pengumuman resmi. Kemudian ketika teman saya yang berangkat dulu ke Selandia baru memberi bocoran lagi ketika dia di Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta bahwa saya lulus, saya tetap menyimpannya dulu dengan rapi.

Dua minggu lalu, pihak NZAID (yang memberi beasiswa) di Kedutaan menelpon dan saya dinyatakan lulus, hmm...sepertinya saatnya saya ingin share dengan teman2.

Tapi sebenarnya ini belum final, karena saya masih menunggu penempatan. Sistem beasiswa di Selandia Baru sedikit berbeda dengan negara2 pemberi beasiswa lainnya. Karena walaupun kita memberi list universitas mana yang ingin kita pilih, keputusan tetap dipihak NZAID di Wellington. Saya memilih University of Waikato di Hamilton, 90 menit dari Auckland dan Massey University di Wellington.

Dimanapun saya ditempatkan, saya rasa itulah yang terbaik untuk saya. Rasanya saya patut berterimakasih kepada NZAID yang telah memberi saya kepercayaan untuk menempuh studi di Selandia Baru.

Comments

Anonymous said…
Hi

saya dari lombok, pingen banget dapat beasiswa NZaid. Tapi sepertinya beasiswa ini tertutup banget, kuota pertahunnya saja tidak disebutkan.

Sudah selesai study nya? sukses selalu

salam kenal,

rizal
(Adelaide)
fia said…
mba hani dimana? beasiswa ngajakin khansa juga kah? i live in lombok too.. menyemangati untuk nulis blok juga.. :)

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

A Forest of Fables

Martha Stewart