Dukun

Sudah seminggu ini si Mis, pembantu di rumah, sakit. Karena dia batuk, saya suruh Mis berobat ke dokter. Dokter bilang dia kena radang tenggorokan, makanya dia sempat demam. Setelah ke dokter, lho kok paginya dia muntah2. Akhirnya dia minta ijin untuk pulang ke kampungnya. Dia pengen diobati oleh dukun kampung. Saya ijinin dia pulang sekalian dia bisa istirahat sampai kondisinya sehat. Saya pikir mungkin dia lebih cocok dengan obat tradisional di kampungnya.

Tiga hari...empat hari...lho, si Mis kenapa belum balik2 juga. Karena lumayan juga, lumayan bikin capek...maksudnya, kerja tanpa bantuan, walaupun Khansa,Tsaqif dan Azka sudah bisa membantu untuk pekerjaan2 yang ringan. Namanya juga one woman show...tidak semua pekerjaan bisa saya tangani dengan baik, termasuk pekerjaan saya nge-blog yang akhirnya sedikit terbengkalai...huehehehe.

Dua hari libur besar adalah kesempatan saya untuk refreshing...nginep di tempat Pak Saleh lagi, puas2 deh makan serabi, ikan, cumi yang dimasak pakai tintanya itu...hmm. Sayang tidak sempat main kano di Gili karena boat yang biasa kita pakai untuk ke Gili dipakai oleh rombongan mahasiswa dari Hokkaido. Setelah itu kita ditawarin nginep di villa seorang temannya Abi di daerah Sajang, di kaki Gunung Rinjani. Wow...pemandangannya luar biasa. Bisa lihat puncak Gunung Rinjani, lihat laut dari kejauhan, anak2 bisa meluk anak kambing jenis Damara yang bulunya halus seperti bulu kucing angora, dikasih bonus sayur2an segar dari perkebunan besar yang pernah dikelola oleh Sampoerna Agro. Menyenangkan bukan?

Setiap kali ada sinyal untuk HP, saya coba telpon ke rumah. Mungkin si Mis sudah pulang. Tapi ternyata tidak ada yang angkat.
Kemaren setelah tiba di rumah, rumah tampaknya masih sama seperti waktu ditinggalkan. Wah, si Mis bener2 belum pulang nih. Ada apa ya? Saya dan Abi mulai bertanya2. Jangan2... Iya jangan2 dia kawin. Karena biasanya kalau pembantu minta ijin pulang, terus ndak balik2 ada kemungkinan dia pulang untuk kawin. Duuuh...

Untuk memastikannya, sorenya kita pergi ke rumah si Mis. Kebetulan rumahnya tidak jauh, hanya perlu 20 menit untuk kesana. Ketika ketemu Mis...lhaaaa, sudah sehat dan sudah bisa ketawa2. Kenapa dia belum balik kerja? Cerita punya cerita...dia sakit karena diguna-guna oleh orang yang tidak suka dengannya. Waduh! ternyata saya salah...saya pikir dia pengen berobat ke dukun kampung itu karena pengen mengkonsumsi obat tradisional, ndak taunya ke dukun yang lain.

Akhirnya si Mis mendapat kultum alias kuliah singkat keagamaan 7 menit dari Abi. Dan karena sudah tau masalahnya, dia juga sudah sehat, sekalian deh si Mis kita ajak pulang bareng. Dia bilang belum bisa karena pengobatan oleh si dukun itu sampai hari Minggu. Waaaa...dan sayapun tidak bisa berkomentar karena sudah sibuk membayangkan pekerjaan di rumah yang sudah menanti saya.

Comments

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?