Wednesday, September 29, 2004

Martha Stewart


Martha Stewart Posted by Hello

Pertama kali saya mengenal tentang Martha Stewart adalah ketika saya secara tidak sengaja menemukan majalah Martha Stewart Living di penjual buku2 bekas. Setelah melihat sepintas isi majalah2nya, sayapun tertarik untuk membeli semua edisi tahun 1997. Saya pikir not too old, karena ketika saya beli itu awal 1998.

Ternyata isi majalahnya membuat saya benar2 jatuh cinta. Isinya tentang hal2 yang ada di lingkungan rumah. Good Things, membuat sesuatu dari hal2 yang sederhana, Cooking, tidak hanya berisi resep akan tetapi membahas mengenai bahan2 makanan kemudian Gardening, walaupun yang kebanyakan dibahas adalah tananam2 untuk daerah dengan 4 musim akan tetapi tetap menarik untuk saya, ada juga Housekeeping yang membahas aktivitas apa saja disekitar rumah. Karena ketika itu majalah Martha Stewart Living edisi yang baru termasuk mahal untuk ukuran saya, saya senang ketika mereka meluncurkan website, yang isinya tidak jauh beda dengan majalahnya malah saya pikir lebih lengkap untuk belajar sesuatu dan sayapun termasuk orang yang sering mengunjungi website Martha.

Martha Stewart terlahir dengan nama Martha Helen Kostyra 63 tahun yang lalu di New Jersey. Martha adalah keturunan Polandia, ia memiliki seorang kakak dan 4 orang adik. Ibunya mengajarkan Martha memasak, menata rumah dan menjahit untuk pakaiannya sendiri dan saudara2nya. Ayahnya mengajarkan Martha berkebun bunga dan sayuran di halaman belakang rumah mereka. Martha banyak belajar ketrampilan yang digunakannya sekarang dari orangtua dan kakek-neneknya.

Martha kemudian belajar sejarah arsitektur dan membiayai kuliahnya dengan menjadi seorang model. Ketika menikah dengan suaminya, ia dibantu ibunya menjahit sendiri gaun pengantinnya. Kehidupan keluarga muda, mengharuskan Martha merenovasi, menata dan mendekorasi rumah yang mereka beli dengan tangan mereka sendiri. Mereka senang menjamu teman dengan masakan Martha sendiri sehingga akhirnya Martha memulai bisnis katering dan akhirnya membuat buku pertamanya berjudul Entertaining tahun 1982.

Ketika karir modelnya berjalan lambat, Martha belajar menjadi broker di Wall Street, dimana disitulah awal dia belajar mengenai bisnis dan disitu pulalah bisnis besarnya terancam berakhir.

Setelah sukses membuat buku dan mendirikan kerajaan bisnis berupa Martha Stewart Living Omnimedia yang bergerak dibidang publikasi majalah, televisi, radio termasuk merchandise, Martha merambah ke bidang saham. Setelah itu masalah muncul. Bersama koleganya, Martha dituduh melakukan kebohongan atas penjualan sahamnya di NYSE dan setelah melalui serangkaian kesaksian di pengadilan, Martha dinyatakan bersalah dan harus menjalani hukumannya di penjara selama 5 bulan.

Bagi saya, Martha telah memberikan sesuatu yang berharga bagi saya sebagai ibu rumah tangga. Saya belajar banyak tentang segala sesuatu yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari kita di rumah. Saya belajar pengetahuan tentang memasak, berkebun dan membuat kerajinan tangan bersama anak2 saya. Dia telah memberi tenaga dan pikiran melalui karyanya untuk banyak orang.

Well, she will be out by Spring 2005. Hope the spring will brings the new life for her.




Saturday, September 25, 2004

Ketagihan

Rasanya sudah beberapa kejuaraan renang lewat begitu saja tanpa si abang tertarik untuk ikut. Rasanya sudah capek saya merayu supaya dia mau ikut kejuaraan renang. Jangankan ikut kejuaraan, gabung untuk tanding dengan teman2nya di kolam saja dia ogah. Kalau di kolam dia lebih banyak berenang sendiri dan lebih enjoy menjatuhkan sesuatu kedasar kolam lalu menyelam untuk mengambilnya. Yah, sepertinya bakatnya jadi penyelam dibandingkan jadi perenang.

Ketika staff di kantor menawarkan si abang untuk ikut kejuaraan renang menurut kelompok peringkat kelas (jadi dikelompokkan kelas 1-3 SD, 4-6 SD dan SMP), kali ini saya tidak mau gagal lagi merayu dia supaya mau ikut. Seperti biasa, dia ogah2an. Tapi saya sedikit memaksa dan akhirnya dia mau ikutan. Ketika latihan bareng di kolam ukuran standar (5o m), seperti biasa dia berenang suka2. Saya biarkan saja karena memang dia tidak terbiasa dengan kondisi seperti itu. Dia mau ikut saja rasanya saya sudah patut bersyukur.

Kejuaraan tiba. Pagi ketika mau berangkat rupanya dia agak grogi. Saya kasih semangat dan berkali2 memeluk dan menciumnya agar dia merasa tenang. Sampai di kolam, lagi2 dia grogi karena begitu banyak peserta yang ikut. Setelah beberapa kali memberi pengertian, akhirnya dia bisa lebih tenang. Saya tidak mengharapkan dia menang, wong latihannya saja dia nggak pernah serius. Hanya memberikan kesempatan dia untuk berkompetisi dalam arti positif.

Akhirnya dia masuk peringkat 4. Setelah selesai bertanding dan juri memberi tahu catatan waktu dan peringkatnya, dia memeluk saya dan berkata...

"Bu, kalo ada kejuaraan renang lagi, abang mau ikutan lagi"

Tuesday, September 21, 2004

Ke Surabaya lagi...

Karena diundang untuk menghadiri workshopnya WWF EFN, jadi saya ke Surabaya lagi untuk beberapa hari. WWF (worldwildlife) EFN (education for nature) adalah lembaga yang memberikan bantuan bagi orang2 yang bergerak dibidang konservasi diwilayah Asia dan Afrika berupa scholarship ataupun small grant. Setelah workshop, saya diajak ke Kaliandra (katanya tempat taman safari itu) bareng orang dari WWF WFN dan teman dari Surabaya.

Jadi nge-blognya libur lagi deh...

Friday, September 10, 2004

Kids

Lagi belajar upload foto dari Hello nih. Ternyata antara gampang dan susah...hehehe. Dan hasilnya, ta raaa...


Dari kiri: Tsaqif, Khansa, Miska dan Azka Posted by Hello

Wednesday, September 08, 2004

Reuni IK '91

Kampus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan



Program Ilmu Kelautan serentak dimulai tahun 1998 di 6 universitas negeri di Indonesia. Universitas Riau, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Pattimura. Kampus yang dibangun dengan dana 2 milyar tahun 1993 harus ikut menjadi korban kerusuhan. Setelah kondisi lebih baik, kampusnya direnovasi kembali.

Reuni Ilmu Kelautan Angkatan '91











Setelah lulus, banyak teman2 yang bekerja sesuai dengan latar belakangnya, seperti jadi dosen di sekolah tinggi perikanan di Ambon dan Pulau Banda, kerja di Dinas Perikanan dan Kelautan, Bappeda, dll. dan saya termasuk orang yang konsisten dengan bidang yang dipelajari. Rasanya sayang khan sudah jauh2 kuliah di timur Indonesia terus ilmu yang didapat tidak bisa diaplikasikan. Tapi itulah pilihan karena ada juga teman2 yang menjalani pekerjaan yang nggak ada hubungannya dengan Ilmu Kelautan, seperti kerja di bank.

Sang Dosen



Yang berdiri disebelah saya, namanya Matheis. Anak paling pinter di Angkatan IK '91, tapi tulisannya paling jelek se-angkatan...hehehe. Sebenarnya Matheis hanya satu tahun kuliah di Unpatti karena setelah itu dia mendapatkan beasiswa di IPB di jurusan MIPA. Setelah menyelesaikan Masternya di IPB untuk bidang kimia, Matheis mengajarkan di Fakultas MIPA Unpatti dan memegang Lab.Kimia. Kebetulan waktu itu dia sedang membimbing pelajar SMA yang akan ikut Olimpiade Kimia di Jakarta.

Sayapun ingin jadi dosen. Ah, tapi mungkin rasanya jadi pendidik lebih cocok untuk saya. Karena tidak hanya mahasiswa saja yang ingin saya didik...anak2 sekolah dan komunitas yang di wilayah pesisir juga ingin saya didik agar tertanam nilai2 kecintaan dan kesadaran pada diri mereka akan lingkungannya yang luar biasa kaya untuk dapat dimanfaatkan dengan bijaksana dan dijaga kelestariannya dengan baik.