Lihat kebunku...



Lihat kebunku, penuh dengan bunga,
Ada yang putih dan ada yang merah,
Setiap hari kusiram semuanya,
Mawar, melati, semuanya indah...
 
Itu gambaran kebun di halaman rumah siapapun saja
Tapi saya juga punya kebun lain...
 
Di kebun saya yang satu ini, tidak ada bunga (lho?!)...karena yang ada hanya karang,
Tidak ada yang putih dan merah...karena kalau putih berarti karang mati dan kalau merah berarti ajaib...hehehe,
Tidak perlu disiram lagi...karena sudah didalam air (dilaut maksudnya),
Indah...tentu saja.
 
Menanam karang atau transplantasi karang dilakukan untuk berbagai tujuan. Biasanya untuk diletakkan pada daerah2 terumbu karang yang telah rusak dengan tujuan untuk memperbaiki ekosistemnya dan sekarang banyak dilakukan juga untuk kebutuhan ekspor (untuk akuarium). Hal ini dilakukan karena kalau terus-menerus mengambil karang dari alam, yaa bisa gundul juga kaya' hutan. Dampaknya juga sama, habitat yang ada di terumbu karang bisa terancam.
 
Menanam karang tidak sesulit yang dibayangkan. Hanya semua proses dilakukan dibawah air. Tinggal mematahkan cabang karang yang masih ada disekitarnya, kemudian diletakkan pada substrat atau media kemudian tinggal dilihat sebulan kemudian.
 
Kemarin si Abi ngajak lihat2 kebun karang yang ada. Wah senang melihat perkembangannya karena sudah ada ikan2 yang jadi penghuni sekitar kebun karang. Kemudian si Abi cerita kalau ada rencana mau menanam karang juga di Bali Utara bersama teman2 dari DKP dan MAC. Jadi sekalian ntar bisa ngajak Jan dan Sonja juga. Ada yang mau ikutan juga? Yuk menanam karang...
 
 
 
 

Comments

Popular posts from this blog

Belajar memanah @ Baliwoso Camp

Mesin cuci

Dokter kandungan atau bidan?